- Gambar ilustrasi AI
Faktor Ekonomi Jadi Pemicu? Ini Daftar Provinsi dengan Kriminalitas Tertinggi di Indonesia 2026, Narkoba Masih Mengancam
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan jaringan tersebut merupakan jaringan lintas provinsi dengan jalur distribusi mulai dari Pangandaran, Tasikmalaya, Bandung, Surabaya hingga Banjarmasin.
"Hasil pengungkapan ini, kami berhasil menyita 128,7 kilogram sabu dan menangkap lima tersangka. Jaringan ini merupakan jaringan lintas provinsi yang jalur peredarannya mulai dari Pangandaran, Tasikmalaya, Bandung, Surabaya, hingga masuk ke Banjarmasin. Kami juga menduga adanya keterkaitan dengan jaringan internasional," ungkap Rosyanto.
Nilai barang bukti yang disita diperkirakan mencapai lebih dari Rp231 miliar. Polisi juga menduga jaringan tersebut memiliki keterkaitan dengan sindikat narkoba internasional yang selama ini menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Rosyanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkotika di Kalimantan Selatan.
"Narkotika ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan beri ruang sekecil apa pun terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kalimantan Selatan," tegasnya.
Kasus ini memperlihatkan bahwa kejahatan narkotika tidak hanya berkaitan dengan faktor ekonomi individu, tetapi juga melibatkan jaringan kriminal terorganisasi yang memiliki sumber daya besar dan beroperasi lintas negara.
Karena itu, pemberantasan kriminalitas di Indonesia ke depan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kombinasi antara peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan pendidikan, pemberantasan narkoba, serta kolaborasi lintas lembaga agar angka kriminalitas dapat ditekan secara berkelanjutan. (udn)