news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Selebgram Rahadian Marga Saputra, pria berkebaya viral di Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Mangkunegaran, Solo.
Sumber :
  • Instagram/@paola.serena

Buntut Polemik Jadi Pria Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Viral, Rahadian: Keputusan Saya Ambil Sadar

Selebgram Rahadian Marga Saputra mengaku salah imbas menjadi pria berkebaya di Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo berujung viral dan dihujat.
Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Selebgram Rahadian Marga Saputra muncul ke ruang publik. Hal itu terjadi setelah polemik menjadi pria mengenakan kebaya dalam prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo viral di media sosial.

Kemunculannya setelah menuai hujatan dari publik. Rahadian bahkan mendapatkan kritikan luas karena dinilai telah melanggar nilai budaya dalam Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran.

Melalui Instagram pribadinya, Jumat (19/6/2026), Rahadian mengunggah video klarifikasinya. Ia merasa bersalah karena menjadi pria berkebaya saat Kirab Malam 1 Suro.

Rahadian mengaku keputusan menjadi pria berkebaya berdasarkan pilihannya sendiri. Ia menepis tudingan ada dorongan maupun dukungan dari pihak lain.

"Saya Rahadian Marga Saputra, saya mengakui sepenuhnya kesalahan saya dalam mengenakan busana wanita pada acara sakral Mangkunegaran beberapa waktu lalu. Keputusan tersebut saya ambil dengan kesadaran dan kehendak saya sendiri," ujar Rahadian dikutip tvOnenews.com, Sabtu (20/6/2026).

Ia menegaskan bahwa, polemik ini menjadi tanggung jawabnya. Ia meminta agar publik tidak ikut memberikan kritik kepada pihak lainnya.

"Oleh karena itu, tanggung jawab atas tindakan tersebut sepenuhnya berada pada saya," sambungnya.

Faktor Rahadian Menjadi Pria Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran

Rahadian Marga Saputra, pria berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran, Solo meminta maaf
Sumber :
  • Instagram/@paola.serena

Lebih lanjut, selebgram itu menyadari tindakannya sangat tidak pantas. Hal ini menyebabkan adanya pelanggaran terhadap nilai-nilai budaya dan adat setempat.

"Saya menyadari tindakan tersebut menunjukkan kekurangan pemahaman dan penghormatan terhadap nilai adat dan budaya," katanya.

Nilai budaya dan adat sangat dijunjung tinggi dalam Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran. Masyarakat Kota Surakarta sangat menantikan tradisi yang sakral tersebut.

Merujuk dari KPPN Surakarta, momen Kirab Pusaka Malam 1 Suro Mangkunegaran merupakan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Surakarta.

Di tengah prosesi Kirab Pusaka Dalem Mangkunegaran, abdi dalem berjalan dengan tertib dan hening. Masyarakat kemudian mengelilingi rute di sekitar Pura Mangkunegaran.

Masyarakat setempat biasanya memadamkan lampu penerangan di sepanjang jalur kirab. Tujuannya untuk menjaga suasana tenang dan penuh perenungan dalam tradisi yang sakral tersebut.

Keheningan dalam ritual ini bermakna spiritual mendalam untuk mengarahkan introspeksi diri. Selain itu, tradisi tersebut juga menjadi momentum memohon keselamatan hingga pemersatu masyarakat.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral