- Instagram ataliapraratya
Mengenal Istilah Rekonstruksi Wajah di Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Selama 3 Tahun
Jakarta, tvOnenews.com- Istilah rekonstruksi wajah muncul di tengah kasus penyekapan wanita di Bandung. Isu yang viral di media sosial, menyeret seorang pria bernama Taufik Hidayat dan wanita berinisial YTR.
- Kolase Istimewa & tvOne
Kasus penyekapan wanita di Bandung sejauh inj diketahui memakan satu korban yaitu YTR (29). Taufik Hidayat atau TH (30) diduga sebagai pelaku dalam aksi keji tersebut.
Dalam kasus penyekapan di Bandung ini, membuat YTR alias Yuvita Tri Rezeki harus menanggung luka berat yang diduga dialami selama 3 tahun.
Luka berat tersebut hampir memenuhi seluruh tubuh YTR, namun di area wajah dan kepala disebutkan terdapat luka berat hingga keluarga hampir tidak mengenalinya.
Bahkan dalam keterangan sang Kakak, YTR juga harus belajar jalan sebab bagian kaki pun juga terdapat luka berat.
Kemudian dengan kondisi tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya akan menanggung perawatan korban penyekapan di Bandung di RSHS sampai dengan perawatan rekonstruksi wajah YTR.
"Kami akan merawat sampai rekonstruksi karena ini kan terjadi juga wajahnya harus direkonstruksi," katanya dalam antara.
- Instagram ataliapraratya
Lantas, apa itu rekonstruksi wajah?
Rekonstruksi wajah dalam kasus penyekapan wanita di Bandung merujuk pada prosedur medis bedah plastik atau rekonstruksi tulang wajah. Sejauh ini belum ada penjelasan rinci seperti rekonstruksi wajah yang akan dijalani YTR.
Pasalnya, secara umum seorang pasien yang akan mengambil tindakan rekonstruksi wajah, dalam laman emc healthcare, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh yang meliputi:
-Pemeriksaan fisik
-Foto rontgen
-CT Scan wajah dan rahang
-Evaluasi kondisi jaringan lunak di sekitar cedera
Setelah pemeriksaan tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan maka dokter akan menentukan metode rekonstruksi yang paling sesuai.
Sehingga bisa dipahami, rekonstruksi wajah pada korban YTR di kasus penyekapan di Bandung selama 3 tahun ini untuk memperbaiki struktur anatomi dan fungsi wajah yang rusak parah akibat kekerasan.
Langkah medis ini diambil oleh tim dokter RSUP Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung di bawah pengawalan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memulihkan fisik korban.
Menurut Kepala Dinkes Jawa Barat (Jabar) Raden Vini Adiani Dewi bahwa rumah sakit hasan sadikin telah membentuk tim khusus.
Tim tersebut terdiri atas sejumlah dokter spesialis yang akan menangani berbagai kondisi medis yang dialami YTR.
"Sudah dibentuk tim khusus oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin. Ada spesialis bedah, bedah plastik, mata, satu tim pokoknya sudah dibentuk," jelas Vini.
Vini menjelaskan korban akan menjalani serangkaian operasi sesuai kebutuhan medis. Ini dengan mempertimbangkan kondisi fisik, dan proses pemulihan setelah tindakan dilakukan.
"Nanti ada operasi bertahap, jadi satu operasi istirahat dulu karena ada beberapa kondisi yang harus diperbaiki. Jadi perawatannya membutuhkan waktu yang cukup lama karena kan operasi pertama pulang dulu," ujarnya.
"Alhamdulillah, sekarang kondisinya membaik. Kalau kami dari Pemprov Jabar diinstruksikan oleh Pak Gubernur untuk memberikan bantuan dalam proses pengobatan. Insya Allah dalam pemantauan Pemprov Jabar," pesan Kepala Dinkes Jabar itu.(klw)