- dok. DPRD Jakarta
Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik
Jakarta, tvOnenews.com- Kabar gembira untuk warga Bekasi, karena pemerintah kota (Pemkot) tengah berporoses membangun tenaga listrik dari sampah loh.
Ide inovatif tersebut, diambil karena mencontohkan dari negara Cina. Terlebih Pemkot Bekasi sedang melakukan kunjungan kerja.
Dalam rangka studi tiru pengolahan sampah menjadi listrik ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, China.
- Istimewa
Dalam keterangannya, rombongan bertolak ke China hari ini dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi bersama jajaran Komisi II, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, serta perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang.
Disebut kalau kunjungan ini merupakan bentuk keterbukaan, informasi sekaligus upaya membangun pemahaman bersama terhadap proyek strategis yang akan menjadi salah satu solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Bekasi.
"Kunjungan dilakukan dalam rangka mempelajari secara langsung teknologi pengolahan sampah yang akan diterapkan pada proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi," kata Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih, dikutip dari Antara, Sabtu (27/6).
Lebih lanjut disebutkan kalau kunjungan ini dilakukan agar pemangku kepentingan dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi waste to energy beroperasi, mulai dari proses penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi, hingga pemanfaatan menjadi energi listrik.
"Kami ingin seluruh proses pembangunan PSEL berjalan secara transparan dan dipahami bersama oleh seluruh pihak. Dengan melihat secara langsung, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai manfaat, standar operasional serta aspek lingkungan yang diterapkan," jelasnya.
Sementara menurut Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kalau pembangunan PSEL bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern, tetapi juga bagian dari transformasi besar kawasan Bantargebang.
"Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi baru dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ucap Wali Kota Bekasi.
Selain PSEL, pihaknya juga endorong pengembangan industri turunan berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.
Dengan pengembangan industri berbasis FABA diharapkan mampu menghasilkan berbagai produk konstruksi bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja baru.
Ditambah mendorong tumbuhnya kawasan industri hijau yang terintegrasi di Bantargebang.
Perlu diketahui, Bantargebang merupakan tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Tempat pembuangan sampah yang di dalamnya ada kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah yang berlokasi di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi dan Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi dengan luas total mencapai 110,3 Ha.
Tenpat ini juga disebut-sebut menjadi TPS terbesar se-Asia, melansir dari wikipedia. TPST Bantargebang diketahui sudah, beroperasi sejak tahun 1989 yang memiliki fungsi utama yaitu mengolah sampah warga DKI Jakarta.
Sebelum berdirinya TPST Bantargebang ini, pada awalnya daerah Citeureup, Kabupaten Bogor dan Cisauk (yang pada saat itu masuk Kecamatan Serpong), Kabupaten Tangerang yang dipilih menjadi lokasi pembangunan tempat pengelolaan sampai bagi Warga DKI Jakarta dan sekitarnya.(klw)