- Humas Polri
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur
Pelaku kemudian mengambil kunci sepeda motor Honda Vario milik korban dan membawa kabur kendaraan tersebut. Ia juga menemukan telepon genggam korban yang tersimpan di dalam jok motor.
Dalam pelariannya, tersangka membuang pakaian yang dikenakan ke Sungai Bengawan Solo di wilayah Jenar. Sementara sepeda motor hasil curian dijual kepada seseorang di wilayah Sumberlawang dengan harga hanya Rp1 juta.
"Seluruh barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana ini berhasil diamankan oleh penyidik, termasuk kendaraan milik korban, telepon genggam korban, pakaian pelaku, hingga senjata tajam yang digunakan untuk melakukan pembunuhan," tegas Kapolres.
Hasil autopsi Tim Biddokkes Polda Jawa Tengah menyatakan korban meninggal akibat putusnya pembuluh darah besar di area wajah yang menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah masif.
Penyidik juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan uji DNA guna melengkapi pembuktian perkara.
Selain itu, polisi mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain, termasuk keterlibatan pembeli kendaraan hasil kejahatan serta pemeriksaan psikologis terhadap tersangka.
Atas perbuatannya, Suparman dijerat Pasal 459 subsider Pasal 458 ayat (1) dan ayat (3), lebih subsider Pasal 479 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
"Atas perbuatannya, tersangka kami sangkakan dengan Pasal 459 subsider Pasal 458 ayat (1) dan ayat (3), lebih subsider Pasal 479 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman pidananya adalah hukuman mati," tegas AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Di akhir konferensi pers, Kapolres Sragen mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan mempertimbangkan pemberian fasilitas yang sesuai dengan usia mereka agar tidak memancing tindak kriminal.
Kasus Jenar menjadi salah satu perkara pembunuhan paling menyita perhatian masyarakat Sragen dalam beberapa tahun terakhir.
Selain karena korbannya masih anak-anak, kasus ini juga memperlihatkan bagaimana seorang residivis kembali mengulangi kejahatan dengan perencanaan matang demi menguasai harta milik korbannya. (udn)