news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi 7 Fakta Dukun Cabul KS alias Jolowos, Ngaku "Allah Kedua", Ancam Korban Hamil Gaib hingga Diduga Jual Korban.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

7 Fakta Dukun Cabul KS alias Jolowos, Ngaku "Allah Kedua", Ancam Korban Hamil Gaib hingga Diduga Jual Korban

Kasus dukun cabul KS alias Jolowos di Magetan mengungkap sederet fakta mengejutkan. Mulai mengaku "Allah kedua", mengancam korban hamil gaib, hingga diduga menjual
Selasa, 30 Juni 2026 - 20:05 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kasus dukun cabu kembali mengguncang publik setelah dua perkara berbeda di Magetan, Jawa Timur, menjadi sorotan. 

Belum lama ini, Pengadilan Negeri Magetan menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara kepada ABP yang terbukti memperdaya lima anak di bawah umur dengan modus mengaku sebagai dukun dan menakut-nakuti korban bahwa mereka hamil oleh makhluk halus jenis genderuwo.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan untuk membujuk korban melakukan persetubuhan.

Hakim juga menilai perbuatan tersebut merupakan kejahatan serius yang merusak masa depan anak serta mengganggu rasa aman masyarakat. Vonis itu semakin berat karena terdakwa diketahui merupakan residivis dalam perkara serupa.

Di tengah perhatian publik terhadap putusan tersebut, muncul kasus lain yang tak kalah mengejutkan. Polisi membongkar aksi KS alias Jolowos (40), pria yang mengaku sebagai tokoh spiritual dan diduga melakukan eksploitasi seksual terhadap istri pasien. 

Melansir dari berbaagai sumber, berikut sederet fakta yang terungkap kasus Dukun Cabul KS alias Jolowos.

1. Mengaku sebagai "Allah Kedua" agar Korban Percaya

Modus pertama yang digunakan KS adalah membangun kepercayaan penuh dari korban. Setelah beberapa kali mengobati suami korban yang menderita stroke, pelaku mulai mengaku sebagai utusan Tuhan, bahkan menyebut dirinya "Allah kedua".

Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan pengakuan tersebut sengaja disampaikan agar korban yakin seluruh perintah pelaku merupakan bagian dari proses penyembuhan.

"Setelah beberapa kali mengobati suami korban, tersangka mengaku Allah kedua dan utusan Allah yang diutus untuk menyembuhkan penyakit suami korban dan menghapus dosa-dosa korban," kata Erik.

Dukun Cabul Divonis 14 Tahun usai Tipu Korban Hamil Genderuwo, Kenapa Praktik Dukun Masih Dipercaya Banyak Orang?
Sumber :
  • Ist

2. Menjadikan Hubungan Seksual sebagai Syarat Pengobatan

Setelah korban percaya, pelaku mulai meminta korban melakukan hubungan badan dengan dalih ritual penyembuhan.

Korban diyakinkan bahwa tindakan tersebut merupakan cara menghapus dosa sekaligus mempercepat kesembuhan suaminya. Berdasarkan penyelidikan polisi, praktik tersebut terjadi berulang kali sejak awal 2023 hingga 2024.

"Karena percaya dengan perkataan tersangka, korban menuruti untuk melakukan persetubuhan hingga mengirimkan foto-foto telanjang dengan maksud untuk membersihkan dosa suami dan dosa korban," jelas Erik.

3. Mengancam Korban dengan Cerita "Hamil Gaib"

Selain menggunakan bujuk rayu, KS juga menekan korban dengan ancaman bernuansa mistis.

Ia mengklaim korban akan dibuat hamil secara gaib apabila menolak mengikuti ritual yang diperintahkannya. Ancaman tersebut membuat korban berada dalam tekanan psikologis sehingga sulit menolak.

"Apabila korban tidak mau, korban diancam akan dibuat hamil gaib, sehingga korban mau melakukan hubungan dengan tersangka," ujar Erik.

4. Meminta Korban Mengirim Foto Tanpa Busana

Eksploitasi tidak hanya terjadi secara fisik.

Sebagai bagian dari ritual yang diklaim mampu membersihkan dosa, pelaku juga meminta korban mengirimkan foto-foto tanpa busana. Permintaan tersebut menjadi bentuk kekerasan seksual berbasis digital yang kini semakin sering ditemukan dalam berbagai modus penipuan.

5. Diduga Menyuruh Korban Berhubungan dengan Pria Lain

Penyidik menemukan fakta lain yang lebih mengejutkan.

KS diduga meminta korban melakukan hubungan badan dengan pria lain yang merupakan temannya sendiri. Perintah itu juga dibungkus dengan alasan ritual spiritual sehingga korban sulit menolak.

6. Polisi Selidiki Dugaan Korban Dijual kepada Rekan Pelaku

Tak berhenti pada dugaan pencabulan, polisi kini mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana perdagangan orang.

Kapolres Magetan menyebut pelaku diduga menawarkan korban kepada pria lain. Penyidik masih menelusuri apakah terdapat transaksi uang maupun korban lain yang mengalami perlakuan serupa.

"Pelaku selain mencabuli istri pasien ternyata juga menjual korban ke lelaki hidung belang yang merupakan temannya sendiri," ujar Erik.

Ia menambahkan, penyidik masih mendalami besaran transaksi serta kemungkinan adanya korban tambahan.

7. Terancam Hukuman Berat Berdasarkan UU TPKS

Kini KS telah ditangkap dan menjalani proses hukum.

Polisi menjeratnya menggunakan Pasal 6 huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

"Kita jerat ancaman hukuman 12 tahun penjara," tegas Erik.

Kenapa Modus Dukun Masih Memakan Korban?

Kasus ABP maupun KS menunjukkan bahwa pelaku tidak mengandalkan kemampuan supranatural, melainkan memanfaatkan kondisi psikologis korban. 

Saat seseorang sedang menghadapi penyakit anggota keluarga, tekanan ekonomi, atau persoalan rumah tangga, mereka cenderung lebih mudah percaya pada sosok yang menawarkan solusi instan.

Di sisi lain, kepercayaan terhadap praktik spiritual yang masih mengakar di sebagian masyarakat membuat pelaku leluasa membangun manipulasi melalui ancaman mistis, rasa bersalah, maupun janji kesembuhan.

Karena itu, para ahli menilai pencegahan tidak hanya mengandalkan penegakan hukum. Peningkatan literasi, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian melaporkan dugaan kekerasan seksual menjadi langkah penting agar praktik berkedok pengobatan spiritual tidak kembali memakan korban. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
00:47
00:52
06:23
05:11
05:29

Viral