- Antara
3 Poin Desakan Alumni Kedokteran Undana untuk Kasus Dokter Icha yang Kini Diusut Kemenkes
Jakarta, tvonenews.com- Kasus dokter Icha terus masih menjadi tanda tanya besar. Sebab muncul dugaan-dugaan jika almarhum mendapatkan intimidasi.
Atas kasus dokter icha ini, sejumlah pihak menaruh perhatian, salah satunya ikatan kedokteran Universitas Nusa Cendana atau Undana.
- tvOneNews
Dalam keterangannya, ikatang kedokteran Undana menyampaikan beberapa poin desakan yang berkaitan kasus dokter Eliza Princila Utamai atau disapa dokter Icha.
"Kami minta agar Kapolri bisa membentuk tim khusus, namun independen untuk menangani perkara tersebut," kata perwakilan Ikataan Alumni FK Undana, dalam antara, Rabu (1/7).
Merangkum dalam keterangan Alumni Kedokteran Undana, terdapat 3 poin desakan yaitu, pertama meminta Polri untuk membuat tim khusus, kedua meminta pihak terduga lakukan intimidasi terhadap dokter Icha yaitu 3 anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara.
Kemudian yang ketiga, agar kasus dokter Icha bisa diusut tuntas dan secara terbuka. Itulah inti dari poin desakan para Alumni Kedokteran Undana.
"kami juga meminta agar polisi memeriksa ketiganya untuk mengungkapan kasus ini," jelasnya.
- Antara
Sebagaimana diketahui, kasus dokter Icha yang mengakhiri hidupnya karena diduga mendapatkan intimidasi dari beberapa orang anggota DPRD.
Sosok dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha) adalah dokter jaga IGD RS Leona Kefamenanu diduga depresi berat setelah menerima intimidasi dari oknum anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU). Mendiang ditemukan wafat gantung diri di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Pasalnya sebelum ditemukan gantung diri atau meningga dunia, mendiang dokter Icha sempat menangani pasien anak korban gigitan ular dengan prosedur sesuai SOP.
Namun diduga mendapatkan intimidasi dari tiga oknum anggota DPRD TTU (Therensius Lazakar, Robert Tubani, dan Veronika Lake) yang mendatangi IGD.
Lalu tak lama dari insiden itu, kondisi kesehatan dokter Icha menurun, dan didirawat pada 14 sampai 25 Juni 2026, dan akhirnya ditemukan gantung diri pada 26 Juni 2026.
Namun sejauh ini kasus masih dalam pendalaman pihak Kepolisian dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).(Klw)