- Tim tvOne - Ronaldo Bramantyo
Masih Ingat Mbah Slamet? Kisah Keji Sang Dukun Pengganda Uang Banjarnegara yang Tega Kubur 12 Korbannya
Kapolres Banjarnegara menjelaskan ritual biasanya dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah berbincang beberapa saat, korban diberi minuman yang telah dicampur obat penenang dan potasium sianida.
Hanya dalam hitungan menit, korban kehilangan kesadaran dan meninggal dunia. Setelah memastikan korbannya tewas, Tohari menggali lubang sendiri lalu menguburkan jenazah di sekitar kebun miliknya. Beberapa liang bahkan diketahui berisi dua jenazah sekaligus, termasuk pasangan suami istri.
Polisi menyebut aksi tersebut telah dilakukan pelaku sejak 2020. Dalam menjalankan modusnya, Tohari mengaku melakukan pembunuhan seorang diri.
Meski demikian, penyidik juga menetapkan seorang pria berinisial BS sebagai tersangka. Perannya bukan sebagai eksekutor, melainkan memperkenalkan korban kepada Tohari melalui promosi di media sosial dan meyakinkan calon korban bahwa pelaku memiliki kemampuan menggandakan uang.
Sebagai imbalan, BS disebut menerima bayaran antara Rp5 juta hingga Rp10 juta apabila berhasil membawa korban.
Atas perbuatannya, Tohari dijerat dengan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana dan penggelapan dengan ancaman hukuman mati. Sementara BS diproses hukum karena diduga turut serta dalam tindak pidana tersebut.
- Tim tvOne - Ronaldo Bramantyo
Di sisi lain, istri pelaku, Seneh, mengaku tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan suaminya. Ia hanya mengetahui banyak tamu datang menemui Tohari sebelum masuk ke sebuah ruangan kecil yang dilarang dimasukinya.
"Saya kurang tahu. Kalau di rumah biasa saja. Banyak tamu berkunjung. Saya hanya membuatkan minuman," ujar Seneh.
Dalam penyelidikan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang palsu pecahan Rp100 ribu. Terungkap pula bahwa Tohari merupakan mantan narapidana kasus uang palsu di Pekalongan pada 2019.
Kasus Mbah Slamet menjadi pelajaran penting bahwa tawaran penggandaan uang maupun pesugihan yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal sering kali berujung pada penipuan, bahkan kejahatan yang mengancam nyawa.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap modus serupa dan segera melapor kepada aparat apabila menemukan praktik yang mencurigakan agar tidak muncul korban berikutnya. (udn)