news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokter PPDS FK Unsrat, dr Adrian Rantung meninggal dunia diduga akibat menjadi korban bullying.
Sumber :
  • Instagram/@soalunsrat

Mengenal RSUP Kandou yang Disorot Usai Dokter PPDS Meninggal Dunia Diduga jadi Korban Bully

Tengah viral kabar meninggalnya dr. Adrian Rantung di media sosial. Sebab diduga jadi korban perundungan atau bully.
Selasa, 7 Juli 2026 - 18:26 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvonnews.com- Media sosial kembali diramaikan dengan isu bully di dunia tenaga kesehatan. Dimana ada dugaan perundungan pada dr. Adrian Rantung.

Isu meninggalnya dr. Adrian Rantung viral karena diketahui ia sebagai dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Peristiwa ini memicu sorotan terhadap tekanan yang dihadapi dokter muda selama menjalani pendidikan spesialis, termasuk dugaan adanya praktik perundungan di lingkungan rumah sakit pendidikan.

Dokter PPDS FK Unsrat, dr Adrian Rantung meninggal dunia diduga akibat menjadi korban bullying
Sumber :
  • Instagram/@soalunsrat

Melansir dalam unggahan kementerian kesehatan (Kemenkes) disebutkan kalau dr. Adrian Rantung merupakan dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado.

Sehubungan dengan ini, RSUP Kandou Manado merupakan rumah sakit umum milik pemerintah (Kemenkes) dengan tipe A. Rumah sakit ini juga berfungsi sebagai fasilitas rujukan regional utama dan rumah sakit pendidikan.

Dalam rumah sakit ini, disebutkan dalam situs resmi rumah sakit tersedia pelayanan eksekutif, dan juga rujukan. RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou menyediakan pelayanan lengkap seperti, layanan Kanker Terpadu, layanan Jantung Terpadu, layanan Endoskopi Ultrasound, layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU), layanan Bedah Vaskuler dan layanan Bedah Spine (Orthopedi).

Sebagaimana rumah sakit ini beralamat di Raya Tanawangko No.56 Manado dengan Kotak Pos 102, Phone: 0431 838203, dan Call Center: +62 8776 6491 191.

Sejauh ini, kasus ini belum dapat dipastikan bahwa dr. Adrian meninggal dunia, apakah benar karena jadi korban bully atau tidak. Kasusnya masih didalami oleh pihak terkait.

Respons Kemenkes soal Kematian dr. Adrian Rantung

Sehubungan dengan ini pihak Kemenkes merespons, lewat Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati bahwa proses penyelidikan masih berlangsung sehingga belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian maupun dugaan yang berkembang di masyarakat.

Pihaknya pun pihaknya juga lakukan tindakan tegas, dengan penghentian sementara enghentikan sementara kegiatan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku terhadap kegiatan pendidikan PPDS Anestesiologi yang berlangsung di RSUP Kandou, bukan terhadap program studi Anestesiologi secara nasional.
 
"Penjelasan isu kematian dokter PPDS di RS Kandou Manado, kasus ini masih dalam proses investigasi oleh tim gabungan Kemenkes, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi dan Kemendiktisaintek,” kata Widyawati, dikutip dari viva.co.id, Selasa (7/7).

Dengan begitu, ia memastikan aktivitas pendidikan PPDS di RSUP Kandou baru kembali berjalan setelah tim investigasi menyelesaikan pemeriksaan dan menyampaikan hasil resminya.(klw)

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

14:30
02:19
06:15
00:53
03:05
12:19

Viral