news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokter PPDS Meninggal Diduga Korban Bullying.
Sumber :
  • Thread @divertikulitizz

Dokter PPDS Meninggal Dunia Diduga Korban Bullying, Netizen Ramai Minta Kasus Diusut Tuntas

Kabar meninggalnya dokter PPDS Adrian Rantung memicu reaksi luas di media sosial. Netizen ramai mendesak dugaan bullying diusut tuntas.
Selasa, 7 Juli 2026 - 18:40 WIB
Reporter:
Editor :

Ada pula komentar yang mengaitkan dugaan perundungan dengan etika profesi kedokteran.

"Busukkkk emg indo ya. Amit2. Kalo itu yg bully emg bener temen sejawatnya brati sumpah dokternya dilanggar dong. Harusnya jd yg mengobati malah menimbulkan luka sampe kyk gt. Semoga Tuhan membalas semua kejahatan kalian di dunia dan akhirat."

Meski demikian, hingga saat ini dugaan perundungan tersebut masih menunggu hasil penelusuran dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kematian dr. Adrian.

Kasus ini juga semakin menjadi perhatian setelah akun Radietya Alvarabie di Threads mengunggah informasi mengenai meninggalnya dr. Adrian.

Dalam unggahannya, disebutkan bahwa almarhum ditemukan meninggal dunia saat dijadwalkan menjalani tugas jaga serta diduga sempat meninggalkan pesan terakhir.

“Telah berpulang dr. Adrian Rantung, PPDS Anestesi Universitas Sam Ratulangi Manado (RS Prof. Dr. Kandou). Ditemukan berpulang dengan kondisi (diduga) suicide saat jadwal jaga Almarhum. Yang bersangkutan menuliskan pesan terakhir. Merasa tertekan dengan kondisinya dan pendidikannya,” tulis Radietya Alvarabie di Threads.

Unggahan tersebut juga menandai sejumlah akun resmi pemerintah, termasuk Kementerian Kesehatan, dengan harapan kasus ini memperoleh perhatian serius.

Namun, isi pesan terakhir yang disebut beredar di media sosial belum dapat diverifikasi secara independen.

Karena itu, publik diimbau tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.

Di tengah ramainya perbincangan publik, Kementerian Kesehatan RI menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagram resminya.

"Semangat beliau selama menjalani masa pendidikan sebagai PPDS Anestesi di RS Prof. Dr. R. D. Kandou Manado adalah teladan nyata tentang pengabdian tanpa batas," tulis Kemenkes.

Kemenkes juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi almarhum selama mengabdi kepada pasien.

"Jasamu akan selalu hidup dalam setiap helaan napas pasien yang pernah engkau bantu dan dalam kenangan rekan sejawat yang berjuang bersamamu," lanjutnya.

Di akhir pernyataan, Kemenkes menyampaikan doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

"Selamat beristirahat dalam damai. Semoga segala amal baik menjadi penerang jalanmu, dan kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," pungkas Kemenkes.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

14:30
02:19
06:15
00:53
03:05
12:19

Viral