- Kolase tvOnenews.com / Instagram @ruben_onsu
Fakta Nafkah Anak Ruben Onsu Rp200 Juta yang Sering Keliru, Ini Penjelasan Dua Kuasa Hukum
"Rp200 juta harus dipahami. Rp200 juta itu bukan buat Sarwendah. Rp200 juta itu buat kebutuhan semua. Dan itu Ruben sudah tahu dari sebelum perceraian, ya. Jadi, jangan dibalik-balikin lagi bahwa Rp200 juta itu buat Sarwendah. Itu, menurut saya, sesat, ya." Demikian kata Chris Sam Siwu.
"Jadi, 200 itu anak-anak les, anak-anak, semua kebutuhan segala macam. Itu pun dengan sukarela, dan itu pun dengan reimburse. Reimburse artinya dibayar dulu. Jadi, tolong itu juga dimasukkan agar beritanya berimbang, ya. Wenda tidak pernah memaksa. Wenda tidak pernah, itu pun sudah, dulu Ruben sudah tahu. Jadi, bukan Wenda meminta atau menerima sejumlah uang. Tidak ada. Kalau untuk kepentingan Sarwendah, ya, kalau saya sampaikan, juga terlalu kecil, lah, ya." Ujar Chris Sam Siwu.
"Saya enggak ngomong, ya. Pokoknya, lebih dari bulan materi saya, ya. Oke." Tutup Chris Sam Siwu.
Kuasa Hukum Ruben Onsu Ungkap Fakta Nafkah Rp75 Juta per Bulan dan Soroti Akta 39
Belakangan, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan klarifikasi terbaru dalam tayangan Insertlive yang diunggah pada 8 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa angka nafkah yang tetap dan tidak berubah setiap bulannya hanyalah biaya dasar tiga anak sebesar Rp75 juta, dengan rincian masing-masing anak mendapat Rp25 juta.
Menurut Minola, di luar angka Rp75 juta tersebut, tagihan yang diajukan kepada Ruben nyatanya berubah-ubah setiap bulan, mulai dari sekitar Rp223 juta hingga Rp200 juta lebih, tanpa rincian penggunaan yang jelas. Ia juga menegaskan bahwa nominal Rp200 juta bukan merupakan putusan pengadilan dan tidak pernah tercantum maupun disepakati secara tertulis dalam Akta 39.
"Di dalam Akta 39 tersebut tidak pernah tercantum besaran nafkah anak. Sekali lagi, ya, tidak pernah tercantum berapa besaran nafkah anak per bulan. Di situ hanya dikatakan berdasarkan diskusi dan kesepakatan kedua belah pihak." Jelas Minola Sebayang.
"Jadi, harusnya, kalau bicara mengenai masalah kebutuhan anak, kepentingan anak, Ruben, 'Anak-anak butuh ini, kira-kira gimana menurut Papa?' Itu diskusi. 'Oh, bagus tuh. Berapa biayanya? Sekian.' Itu baru yang namanya diskusi dan ada keputusan. Termasuk berapa biaya rutin anak-anak ini per bulan, itu kan harusnya ada diskusi dan harusnya kan fix. Betul, ya? Tapi ini tidak pernah ada diskusi." Kata Minola Sebayang.