- Instagram kemenkes
Dukungan dan Doa Warganet untuk Dokter PPDS di Manado yang Meninggal Diduga jadi Korban Bully
Jakarta, tvonenews.com- Warganet di media sosial ikut menyorot kasus dugaan bully pada dokter PPDS di Manado. Seorang dokter yang meninggal dunia diduga jadi korban perundungan dalam proses pendidikannya itu.
- Thread @divertikulitizz
Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) merupakan jenjang pendidikan lanjutan bagi dokter umum untuk meraih gelar spesialis. Dokter Adrian Rantung dalam kabar dimedsos tutup usia pada Minggu (5/7) dan ramai dimedsos esok harinya.
Informasi seputar dr. Adrian Rantung yang diduga menjadi korban bully ini masih dalam dugaan. Beserta dengan kronologi kasusnya, karena keluarga, rumah sakit RSUP Kandou dan Universitas belum memberikan keterangan.
Namun kasus ini tengah diusut oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Sampai dengan pembekuan program PPDS di RSUP Kandou juga dilayangkan.
Dengan menegaskan bahwa kebijakan tersebut, hanya berlaku terhadap kegiatan pendidikan PPDS Anestesiologi yang berlangsung di RSUP Kandou, bukan terhadap program studi Anestesiologi secara nasional.
"Penjelasan isu kematian dokter PPDS di RS Kandou Manado, kasus ini masih dalam proses investigasi oleh tim gabungan Kemenkes, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi dan Kemendiktisaintek,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, dikutip dari viva.co.id, Selasa (7/7).
- Instagram kemenkes
Sementara dalam media sosial Kemenkes yang mengucapkan belasungkawa, kolom komentarnya dihujani beragam respons, mayoritas mendukung kasus diusut sampai beri doa.
"dokter Rian (dr.Adrian) teman yang baik, saya juga yakin dia pasti dokter yang baik dipelayanannya. Jangan lupa ada istri dan anaknya juga yang ditinggalkan. Cuma bisa berdoa..," kata akun fbymon.
"dan banyak kasus terjadi seperti ini bukan hanya di dunia kedokteran tapi hampir disetiap tempat. Kenapa korban bullying selalu mengakhiri hodupnya? karena pelaku dibiarkan dengan berbagai alasan, sangat disayangkan..," kata akun raisaldi.
"'do no harm' harusnya bukan hanya sumpah yang diberlakukan ke pasien saja. tapi termasuk rekan sejawat. Rest in peace rekan sejawat," jelas akun henniww.
Sejauh ini, tim tivonenews.com mencoba menghubungi pihak Universitas dan Kemenkes untuk mendapatkan penjelasan terkait kasus dr. Adrian Rantung.