Dokter PPDS di Manado Meninggal Diduga dapat Tekanan, Dicari Waktu Jaga tapi Ditemukan Tak Bernyawa
- Instagram @kemenkes_ri
Jakarta, tvOnenews.com- Kabar meninggalnya seorang dokter PPDS di Manado menuai sorotan publik di media sosial (Medsos). Dokter itu bernama dr. Adrian Rantung diduga mendapatkan tekanan.
- Thread @divertikulitizz
Tekanan ini diduga perundungan atau bully yang dikaitkan dengan meninggalnya dr. Adrian Rantung sebagai peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Kandou, Manado.
Isu ini viral hingga menuai ragam komentar di medsos yang mayoritas mempertanyakan, bagaimana pihak terkait menindaklanjuti kasus dugaan bully pada dokter.
Sehubungan dengan kabar duka ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan responsnya. Pihaknya akan menginvestigasi mendalam kasus dugaan bully pada dokter tersebut.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung. Maka belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian maupun dugaan yang berkembang di masyarakat.
Kemudian sebagai langkah tegas, Kemenkes juga menghentikan sementara kegiatan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado.
"Penjelasan isu kematian dokter PPDS di RS Kandou Manado, kasus ini masih dalam proses investigasi oleh tim gabungan Kemenkes, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi dan Kemendiktisaintek,” kata Widyawati, dikutip dari viva.co.id.
- Instagram @kemenkes_ri
Beredar Kabar di Medsos soal dr. Adrian
Merangkum dari akun X @ame dan bilbils soal kasus dugaan bully pada dokter Adrian ini, disebutkan adanya tekanan di RSUP Kandou.
Mendiang dr. Adrian Rantung diketahui meninggal dunia usai rekan PPDSnya mengecek kamar kosnya. Sebab dr. Adrian pada hari Minggu ada jadwal jaga, namun tak kunjung datang.
"jadi kejadiannya beliau alm. seharusnya ada jadwal jaga Minggu pagi. Namun karena gak datang dicek kosannya." keterangan dalam akun medsos X.
"Diketok nggak dibukain, ternyata sudah gak bernyawa," tulis sebuah pesan dari hasil tangkapan layar direct message atau inbox diakun X tersebut, Rabu (8/7).
Perlu diketahui, sejauh ini tim tvonenews.com mencoba menghubungi pihak Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) untuk mempertanyakan kabar terkait.
Pasalnya, kabar mahasiswanya dr. Adrian Rantau Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dikabarkan meninggal dunia karena diduga jadi korban bullying.(klw)
Load more