Fantastis! Intip Penghasilan Selebgram dari IG Subscription, Fuji Bisa Raup Rp3,7 Miliar Setahun
Meski jumlah pelanggan tidak sebanyak Fuji, tarif langganan yang lebih tinggi tetap menghasilkan pendapatan lebih dari Rp1 miliar dalam setahun.
Konten edukasi investasi dan trading juga memiliki pasar tersendiri di Instagram.
Perkiraan pendapatan Omben Trader:
* Harga langganan: Rp99.000 per bulan
* Subscriber: 1.867 akun
* Estimasi pendapatan kotor per bulan: Rp184.833.000
* Estimasi pendapatan kotor per tahun: Rp2.217.996.000
Nominal tersebut menunjukkan bahwa kreator dengan audiens yang lebih spesifik tetap mampu menghasilkan pendapatan besar meski jumlah pelanggan tidak sebanyak selebgram hiburan.
Kreator Lain yang Ikut Memanfaatkan Subscription
Selain tiga nama tersebut, fitur Instagram Subscription juga mulai digunakan sejumlah kreator Indonesia lainnya, baik dari kalangan selebritas maupun content creator.
Beberapa di antaranya antara lain:
* Rachel Vennya
* Jennifer Coppen
* Willie Salim
* Fadil Jaidi
* Ria Ricis
* Jharna Bhagwani
* Sisca Kohl
* Keanu AGL
Sebagian memilih memasang tarif rendah untuk menjaring pelanggan dalam jumlah besar, sementara lainnya menawarkan harga lebih tinggi dengan konten yang lebih eksklusif, seperti behind the scenes, sesi tanya jawab, hingga akses komunitas khusus.
Model bisnis ini dinilai semakin menarik karena mampu memberikan pendapatan berulang (recurring income), berbeda dengan kerja sama endorsement yang sifatnya bergantung pada proyek.
Subscription Jadi Tren Monetisasi Kreator
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana ekonomi kreator (creator economy) terus berkembang di Indonesia. Jika sebelumnya pendapatan influencer didominasi oleh endorsement, affiliate marketing, atau iklan, kini subscription menjadi sumber pemasukan baru yang lebih stabil.
Dengan sistem langganan bulanan, kreator tidak hanya bergantung pada algoritma atau jumlah penonton, tetapi juga membangun komunitas pelanggan yang bersedia membayar demi memperoleh konten eksklusif.
Meski demikian, angka pendapatan yang beredar di media sosial hanyalah estimasi pendapatan kotor. Kreator tetap harus memperhitungkan potongan biaya platform, kewajiban perpajakan, hingga fluktuasi jumlah pelanggan setiap bulan.
Bagi para influencer dengan basis penggemar yang loyal, fitur ini terbukti menjadi salah satu peluang bisnis digital paling menjanjikan.
Bahkan, dari satu fitur Instagram saja, seorang kreator dapat mengantongi ratusan juta hingga miliaran rupiah setiap tahun sebelum dipotong biaya operasional dan pajak. (udn)