news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • jabarprov.go.id

Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Buat Sayembara Tangkap Begal Berhadiah hingga Rp50 Juta untuk Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ungkap alasan buat Sayembara tangkap begal berhadiah hingga Rp50 juta untuk warga Jabar.
Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:07 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Program sayembara tangkap begal yang diluncurkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai perhatian luas dari masyarakat. 

Selain menawarkan hadiah bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan, kebijakan tersebut juga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai alasan di balik pembuatannya.

Sayembara itu diumumkan sebagai respons atas meningkatnya aksi kriminalitas di sejumlah wilayah Jawa Barat, mulai dari begal, jambret, copet, hingga pencurian kendaraan bermotor. 

Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Bahkan, belum lama ini sekelompok driver pengantar makanan online melaporkan keberhasilan mereka menangkap seorang terduga pelaku kejahatan dan menyerahkannya kepada polisi.

Di tengah tingginya perhatian publik, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program tersebut bukan sekadar memberikan hadiah, tetapi juga menjadi strategi untuk mengubah cara masyarakat menghadapi pelaku kejahatan.

"Karena tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah kalau ada ranking pertama ada hadiah, biasanya belajarnya suka rajin. Daerah kalau dilomba-in, suka rajin," ujar Dedi Mulyadi, di Arcamanik, Bandung, Jumat (24/7/2026).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Antara

Menurut KDM, panggilan akrabnya, pemberian hadiah diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk aktif menjaga keamanan lingkungan sekaligus mengurangi tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan.

Ia mencontohkan, selama ini pelaku pencurian kerap menjadi sasaran amuk massa hingga meninggal dunia. 

Dengan adanya sayembara, masyarakat diharapkan memilih menyerahkan pelaku kepada aparat penegak hukum.

"Logikanya sederhana, maling motor digebukin sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, eh nggak usah digebukin sampai mati, lumayan Rp10 juta, udah dianterin aja. Itu secara psikologi akan mempengaruhi," katanya.

Dedi menilai pendekatan tersebut juga bisa mendorong masyarakat lebih peduli terhadap keamanan lingkungan, termasuk melalui kegiatan ronda malam.

"Jadi itu dibuat untuk memicu orang misal ronda, nanti kalau ada maling ayam kan lumayan tuh. Warga kita kan belum seperti warga di negara maju lainnya, jadi harus terus dimotivasi," jelasnya.

Meski mengajak masyarakat berpartisipasi, Dedi menegaskan bahwa pelaku kejahatan harus tetap diserahkan kepada kepolisian dalam keadaan hidup. 

Ia tidak menginginkan adanya aksi kekerasan berlebihan selama proses penangkapan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan (kiri) dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kanan) memberikan keterangan di Arcamanik Bandung, Jumat (24/7/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Ricky Prayoga

"Harus diserahin, nggak boleh sampai babak belur. Kalau lecet dikit mungkin boleh, tapi kalau babak belur kita nggak kasih hadiah," tegasnya.

Dedi Mulyadi dan Ilustrasi Begal
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube KDM / tvOnenews.com - ANF

Ia juga mengisyaratkan bahwa untuk sementara program tersebut masih dijalankan menggunakan dana yang disiapkannya. 

Namun, apabila jumlah kasus semakin banyak dan kebutuhan anggaran meningkat, tidak menutup kemungkinan akan ada langkah lanjutan.

"Dari saya dulu cukup, nanti kalau kewalahan baru," ujar Dedi.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap masyarakat semakin aktif membantu menjaga keamanan lingkungan. 

Di sisi lain, seluruh proses penanganan pelaku tetap harus dilakukan sesuai aturan hukum dengan menyerahkan mereka kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. (gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:05
02:59
01:29
04:17
05:51
07:09

Viral