- tvOnenews.com - ANF
Korban Kekerasan Seksual di Lebak Titipkan Bayinya ke Yayasan Pratiwi Noviyanthi, Ini Alasannya
tvOnenews.com - Korban Kekerasan Seksual di Lebak, Banten, memutuskan menitipkan bayi laki-lakinya ke yayasan milik Pratiwi Noviyanthi. Keputusan tersebut diambil keluarga demi menjamin keamanan, pemulihan trauma korban, sekaligus memberikan masa depan yang lebih baik bagi sang bayi di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.
Korban yang masih berstatus di bawah umur diketahui melahirkan bayi laki-laki setelah menjadi korban rudapaksa yang diduga dilakukan seorang kakek berinisial SN (64). Hingga kini, pelaku masih berstatus daftar pencarian orang (DPO), sehingga keluarga merasa tidak aman jika korban dan bayinya tetap berada di lingkungan asal.
Selain faktor keamanan, kondisi psikologis korban juga menjadi pertimbangan utama. Korban mengalami trauma berat akibat kekerasan seksual yang dialaminya, sehingga membutuhkan lingkungan yang lebih kondusif untuk menjalani masa pemulihan setelah melahirkan.
Di sisi lain, ibu korban mengaku tidak mampu mengurus cucunya seorang diri karena harus bekerja mencari nafkah. Sebagai orang tua tunggal, ia khawatir kebutuhan bayi dan pendidikan korban di masa depan tidak dapat terpenuhi jika tetap diasuh di rumah.
"Kalau diurusin sama ibu cuma kita berdua ini. Sedangkan ini kan masa depannya masih panjang. Mau mondok lagi. Kalau ibu enggak kerja, ibu buat nyari apa? Sedangkan bapaknya kan enggak kasihan sama anaknya," ujar ibu korban dalam tayangan YouTube Pratiwi Noviyanthi.
Ia mengatakan keputusan menitipkan bayi kepada yayasan bukan karena tidak menyayangi cucunya, melainkan demi memberikan kesempatan hidup yang lebih baik.
"Jadi diginiin harus ikhlas ya demi masa depan, biar anaknya misalkan masa depannya juga cerah. Cuma sedih aja sebagai seorang ibu gimana lah. Enggak sedih kalau dikasih sama Kak Novi mah percaya, ikhlas," tuturnya.
Lebih lanjut, ibu korban mengungkapkan bahwa dirinya mempercayakan penuh pengasuhan bayi kepada Pratiwi Noviyanthi. Menurutnya, yayasan tersebut dinilai mampu memberikan pendidikan dan kehidupan yang lebih layak bagi sang bayi.
"Makanya ini sama Kak Novi aja. Nanti kalau lihat boleh, bisa lihat. Ikhlasin supaya masa depannya panjang, Nak. Bukan mama enggak ngurusin, bukan neneknya enggak ngurusin. Cuma keadaan ekonomi. Ini kalau masuk pesantren, ibunya kan saya harus ngedukung juga. Bingung, daripada anaknya terlantar, kasihan," ucap ibu korban.