- Gambar ilustrasi AI
WOW! Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, 7 Konglomerat Ini Masuk Top 500 Dunia Per Juli 2026
tvOnenews.com - Peta orang terkaya Indonesia kembali berubah. Nama Sukanto Tanoto kini berada di puncak setelah mengungguli sejumlah konglomerat besar yang selama ini mendominasi daftar kekayaan nasional.
Pendiri Royal Golden Eagle atau RGE tersebut tercatat sebagai orang terkaya Indonesia dengan estimasi harta mencapai Rp423,23 triliun.
Tak hanya memimpin di tingkat nasional, Sukanto Tanoto juga berhasil menembus jajaran elite dunia. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index per 31 Juli 2026, ia menempati posisi ke-108 dalam daftar 500 orang terkaya dunia.
Di bawahnya, terdapat enam pengusaha Indonesia lain yang menguasai bisnis energi, pertambangan, perbankan, pangan, hingga teknologi digital.
Daftar tersebut menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi para konglomerat Indonesia masih bertumpu pada sektor-sektor strategis.
Meski sebagian mengalami penurunan kekayaan akibat perubahan valuasi saham dan dinamika pasar, tujuh nama berikut tetap bertahan dalam kelompok miliarder paling kaya di dunia.
1. Sukanto Tanoto, Penguasa Industri yang Naik ke Puncak
Sukanto Tanoto menjadi orang terkaya Indonesia versi Bloomberg dengan estimasi kekayaan mencapai Rp423,23 triliun. Sepanjang 2026, nilai kekayaannya meningkat sekitar Rp32,41 triliun atau 8,4 persen.
Kenaikan tersebut membuat Sukanto menjadi satu-satunya konglomerat Indonesia di kelompok teratas yang mencatat pertumbuhan kekayaan signifikan sepanjang tahun berjalan. Posisinya juga menempatkan pendiri RGE itu di urutan ke-108 dunia.
Sukanto membangun kerajaan bisnis melalui Royal Golden Eagle, kelompok usaha global yang bergerak di sektor pulp dan kertas, serat viskosa, minyak sawit, energi, serta pengembangan sumber daya berkelanjutan.
Jaringan bisnis RGE mencakup sejumlah perusahaan besar, seperti APRIL Group, Asia Symbol, dan Apical. Melalui ekspansi bisnis di berbagai negara, Sukanto menjadikan RGE sebagai salah satu kelompok usaha berbasis sumber daya terbesar yang berasal dari Indonesia.
2. Prajogo Pangestu hingga Low Tuck Kwong, Raja Energi dan Tambang
Di posisi kedua terdapat Prajogo Pangestu, pemilik Grup Barito, dengan estimasi kekayaan sekitar Rp333,18 triliun.
Prajogo dikenal sebagai pendiri Barito Pacific Group, kelompok usaha yang memiliki bisnis di bidang petrokimia, energi, infrastruktur, dan properti. Portofolionya antara lain mencakup PT Barito Pacific Tbk, PT Chandra Asri Pacific Tbk, serta PT Barito Renewables Energy Tbk.
Meski masih berada di jajaran miliarder dunia, nilai kekayaan Prajogo mengalami penurunan sekitar 60 persen secara year-to-date. Perubahan tersebut mencerminkan besarnya pengaruh pergerakan harga saham dan valuasi perusahaan terhadap kekayaan para konglomerat.
Posisi ketiga ditempati Low Tuck Kwong dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai Rp298,96 triliun.
Pengusaha yang dikenal sebagai salah satu tokoh besar industri batu bara Indonesia itu merupakan pendiri dan pengendali Bayan Resources. Perusahaan tersebut menjadi salah satu pemain utama dalam industri pertambangan batu bara nasional.
Kekayaan Low Tuck Kwong masih menempatkannya sebagai salah satu figur paling berpengaruh di sektor energi dan sumber daya alam Indonesia.
3. Budi Hartono hingga Otto Toto Sugiri, Kekuatan Bisnis dari Bank sampai Data Center
Di urutan keempat terdapat Budi Hartono dengan estimasi kekayaan sekitar Rp270,15 triliun.
Bersama keluarganya, Budi Hartono dikenal sebagai pemilik Grup Djarum dan salah satu pemegang saham utama Bank Central Asia atau BCA. Selain industri rokok dan perbankan, kelompok bisnis tersebut juga memiliki investasi di bidang properti, elektronik, perkebunan, dan berbagai sektor strategis.
Berikutnya, Anthoni Salim menempati posisi kelima dengan kekayaan sekitar Rp221,52 triliun.
Anthoni memimpin Salim Group, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Bisnis grup tersebut mencakup industri pangan, agribisnis, ritel, telekomunikasi, properti, hingga infrastruktur.
Nama Salim Group sangat lekat dengan Indofood, perusahaan yang memproduksi berbagai produk makanan dan minuman, termasuk merek mi instan Indomie. Bloomberg mencatat nilai kekayaan Anthoni juga mengalami perubahan dibandingkan awal 2026 akibat dinamika pasar dan valuasi aset.
Posisi keenam ditempati Dato Sri Tahir dengan estimasi kekayaan mencapai Rp178,30 triliun.
Pendiri Mayapada Group itu membangun bisnis di berbagai sektor, mulai dari perbankan, layanan kesehatan, properti, media, hingga pertambangan. Portofolio bisnis yang luas membuat Tahir menjadi salah satu pengusaha dengan jaringan usaha paling beragam di Indonesia.
Sementara itu, posisi ketujuh ditempati Otto Toto Sugiri dengan kekayaan sekitar Rp142,28 triliun.
Pendiri PT DCI Indonesia Tbk tersebut dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan industri pusat data atau data center di Indonesia. Masuknya Otto Toto Sugiri ke daftar ini juga memperlihatkan meningkatnya peran bisnis teknologi digital dalam membentuk peta kekayaan baru di Indonesia.
Bloomberg Billionaires Index menghitung kekayaan para miliarder berdasarkan nilai kepemilikan saham, aset perusahaan, serta berbagai sumber kekayaan lain. Data tersebut diperbarui secara berkala mengikuti pergerakan pasar global.
Karena itu, posisi dan jumlah kekayaan para miliarder dapat berubah sewaktu-waktu, dipengaruhi oleh harga saham, nilai perusahaan, harga komoditas, serta kondisi ekonomi dunia.
Masuknya tujuh konglomerat Indonesia dalam daftar 500 orang terkaya dunia memperlihatkan besarnya pengaruh pengusaha nasional di berbagai sektor. Dari industri pulp dan sawit, energi, pertambangan, perbankan, pangan, hingga teknologi digital, mereka menjadi representasi kekuatan bisnis Indonesia di tingkat global.
Daftar 7 Orang Terkaya Indonesia versi Bloomberg per 31 Juli 2026
1. Sukanto Tanoto — Rp423,23 triliun
2. Prajogo Pangestu — Rp333,18 triliun
3. Low Tuck Kwong — Rp298,96 triliun
4. Budi Hartono — Rp270,15 triliun
5. Anthoni Salim — Rp221,52 triliun
6. Dato Sri Tahir — Rp178,30 triliun
7. Otto Toto Sugiri — Rp142,28 triliun
(udn)