- Instagram/ruben_onsu - Instagram/sarwendah29
Respons Ruben Onsu usai Sarwendah Ungkap Rekaman CCTV hingga Tudingan Selingkuh
tvOnenews.com - Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik setelah keduanya saling memberikan penjelasan mengenai rekaman CCTV yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Rekaman tersebut sebelumnya diungkap oleh kuasa hukum Ruben Onsu sebagai respons atas pernyataan Sarwendah yang mengaku tidak pernah ingin pertengkaran rumah tangga terjadi di depan anak-anak mereka.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, Sarwendah sempat mengungkap bahwa pernah terjadi pertengkaran yang membuat suara Ruben begitu keras hingga membangunkan anak-anak.
Menanggapi hal itu, pihak Ruben melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, merilis rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah sedang berteriak di dalam rumah.
Menurut Minola, video tersebut tidak dimaksudkan untuk mempermalukan mantan istri kliennya.
Rekaman itu hanya ditunjukkan sebagai klarifikasi karena dinilai memperlihatkan fakta yang berbeda dengan narasi yang disampaikan Sarwendah kepada publik.
- YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
Tak tinggal diam, Sarwendah akhirnya memberikan penjelasan melalui akun Instagram pribadinya.
Ia menilai video CCTV yang beredar hanya menampilkan sebagian kejadian sehingga tidak menggambarkan situasi secara utuh.
"Namun, setelah beredar video yang tidak disertai konteks yang utuh, saya merasa perlu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Karena selama ini publik yang meminta saya menunjukkan bukti," tulis Sarwendah.
Dalam unggahannya, Sarwendah membeberkan kronologi yang menurutnya menjadi penyebab pertengkaran tersebut.
Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi pada 4 Maret 2024, ketika masa sewa rumah yang ditempatinya di kawasan Pondok Indah akan segera berakhir.
Saat itu, kondisi keuangan keluarga disebut sedang mengalami tekanan. Karena itu, Sarwendah mengusulkan agar mereka kembali menempati rumah lama sambil menunggu pembangunan rumah selesai.
Namun, menurut Sarwendah, Ruben justru telah menyewa sebuah apartemen-hotel selama satu bulan dengan biaya sekitar Rp120 juta.
Ia mengaku keberatan dengan keputusan tersebut karena menilai dana tersebut lebih baik digunakan untuk kebutuhan anak-anak maupun pembangunan rumah.
Perbedaan pendapat mengenai tempat tinggal sementara hingga jadwal kepindahan kemudian memicu pertengkaran.
Situasi semakin memanas setelah Sarwendah mengaku meminta kontak pihak pemasaran apartemen yang disewa Ruben, tetapi permintaan itu tidak dipenuhi.