news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • jabarprov.go.id

Begini 2 Sayembara Terbaru ala Dedi Mulyadi Berhadiah Uang untuk Warga Jabar, Simak Persyaratannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membagikan informasi yang mengajak warga Jabar dan masyarakat umum peduli lingkungan, dengan mengadakan sayembara
Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta,tvOnenews.com- Bagi warga Jabar harus tahu nih soal 2 sayembara berhadiah uang ala Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Langkah yang diambil untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan.

Sayembara ala Dedi Mulyadi ini bersifat umum. Siapapun bisa ikut, namun utamanya bagi warga Jabar bisa mengikutinya.

Dua sayembara ini disampaikan Dedi Mulyadi disapa KDM berhadiah uang loh. Berikut 2 sayembara terbaru yang berhadiah uang, antara lain:

1. Memviralkan Penjualan Tramadol

Sayembara terbaru, disampaikan di media sosialnya, Gubernur Jabar Dedi mengajak agar masyarakat berani melaporkan warung yang memperjualbelikan tramadol.

Sayembara ini bagian dari langkah atau upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menekan peredaran narkotika. 

Ataupun obat keras tanpa izin, serta minuman keras ilegal yang dinilai semakin marak, termasuk diperjualbelikan di warung-warung tanpa izin.

"sekarang ini banyak yang menjual tramadol dan warung-warung minuman keras ilegal," katanya. 

"Bagi warga Jabar siapa yang bisa memposting, menceritakan warung-warung tramadol di media sosial, saya akan kasih hadiah juga. Ayo kita ramaikan media sosial dengan menayangkan orang-orang yang berjualan di Jabar dan merusak moral anak-anak Jabar," tutur Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram pribadinya, Selasa (4/8).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Antara

2. Tangkap Begal atau Perampok

Sayembara kedua ala Dedi Mulyadi disapa KDM yang berhadiah, jika berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan murni menggunakan dana dari kantong pribadinya. 

Lantas, apa tujuan utamanya? 

Sehubungan dengan sayembara tangkap begal itu, Dedi sebut sebagai langkah inovatif ini digagas untuk merangsang partisipasi aktif masyarakat dalam menekan kasus kriminalitas di ruang publik.

Terlebih ia menilai, apresiasi ini disesuaikan dengan pendekatan kultur masyarakat yang kerap termotivasi oleh sebuah penghargaan.

“Tradisi masyarakat kita adalah tradisi apresiasi. Seperti di sekolah, siswa akan lebih rajin belajar jika ada pemeringkatan atau apresiasi. Begitu juga di lingkungan masyarakat, motivasi ini masih sangat dibutuhkan untuk menggerakkan kepedulian bersama,” ujar KDM dalam jabarprov, Senin (27/7).

Maka syarat agar masyarakat, terlebih warga Jabar bisa mendapatkan hadiah sayembara. Jika pelaku ditangkap tidak dengan kondisi babak belur.

“Logikanya sederhana, maling motor digebukin sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, eh nggak usah digebukin sampai mati, lumayan Rp10 juta, udah dianterin aja. Itu secara psikologi akan mempengaruhi," katanya.

"Kalau ada sayembara dari saya, masyarakat cukup menyerahkannya tanpa harus dihakimi, dan mereka bisa mendapatkan apresiasi. Secara psikologis, ini akan memengaruhi perilaku masyarakat,” imbuh KDM.(klw)

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:40
05:29
01:46
01:32
01:31
01:09

Viral