- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 / YouTube The Onsu Family
Sarwendah atau Ruben Onsu yang Lebih Berpeluang Menangkan Hak Asuh Anak? Ini Penilaian 3 Praktisi Hukum
"Sarwendah tidak punya hak untuk mengebiri hak daripada Ruben Onsu. Kan dia mintakan kesetaraan dalam pengasuhan ini. Dan selalu saya ingatkan pihak ketiga jangan ikut campur tangan karena kamu tidak punya hak tentang masalah pengasuhan daripada hasil darah daging mereka berdua," ujar Ricky Sitohang.
Ricky juga berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan agar anak-anak tidak menjadi korban konflik yang berkepanjangan.
"Ini yang perlu saya ingatkan kepada kita semua. Nah, kalau bisa baik kuasa hukum sebelah dan kuasa hukum sebelah juga menyatukan pendapatlah untuk mereka bisa berdamai dengan hati yang baik sehingga sang anak ini jangan jadi eksploitasi untuk dibumingkan ke orang lain," lanjut Ricky.
Menurut Ricky, apabila benar Ruben terus dihalangi untuk bertemu anak-anaknya, langkah hukum lain juga dapat ditempuh.
"Nah, kalau seandainya juga masih bertahan berkeras, Sarwendah tidak memberikan hak pengasuhan kepada si anaknya ini, hasil darah mereka ini, Ruben bisa menuntut baik secara perdata maupun pidana," tegasnya.
Ia bahkan menyinggung kemungkinan memproses hukum pihak ketiga apabila terbukti menghalangi hak seorang ayah terhadap anak kandungnya.
"Pihak ketiga yang campur tangan, pidanakan saja. 'Kamu menghalang-halangi hak saya untuk bertemu dengan anak darah daging saya,' gitu kira-kira," ujar Ricky.
3. Deolipa Yumara
Sementara itu, praktisi hukum Deolipa Yumara justru melihat posisi Sarwendah saat ini masih lebih kuat. Menurutnya, syarat pencabutan hak asuh dari seorang ibu harus didasarkan pada adanya kelalaian yang nyata terhadap anak.
"Nah, sekarang Ruben kemudian menggugat hak asuh anak. Alasannya macam-macam. Tapi kita lihat kan syarat-syarat menggugat hak asuh anak terlebih dari seorang ibu itu harus dilihat tuh ibunya pertama melalaikan kewajiban sebagai ibu. Tidak kepada anak-anaknya?" ujar Deolipa Yumara.
Deolipa menjelaskan bahwa ukuran kelalaian seorang ibu tidak dapat dinilai secara sembarangan. Menurutnya, hingga kini belum terlihat adanya fakta yang menunjukkan Sarwendah menelantarkan anak-anaknya.
"Jadi kita lihat untuk ukuran-ukuran seperti tersebut tadi apakah si Sarwendah ini sudah melakukan hal demikian. Kalau kita lihat secara cermat, si anak-anak ini masih sekolah, masih dapat makan, masih tinggal sama Sarwendah, tiap hari tidurnya bareng Sarwendah. Sekolahnya terjamin, Sarwendah masih mengayomi anak-anaknya. Jadi apa yang dimaksud dengan melalaikan anak? Kita belum ketemu nih dari pihak Sarwendah. Apakah Sarwendah melalaikan anak-anaknya?" jelas Deolipa.