- YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Sarwendah Klarifikasi soal Anak Dibully, Tegaskan Perundungan Terjadi di Medsos Bukan di Sekolah
Belakangan, Sarwendah kembali mengunggah klarifikasi melalui Instagram Story pada 7 Agustus 2026. Ia merasa perlu meluruskan pemberitaan yang berkembang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai lokasi terjadinya perundungan terhadap anak-anaknya.
"Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar mengenai apa yang saya sampaikan dalam podcast bersama Denny Sumargo mengenai adanya pembullyan anak-anak di sekolah," tulis Sarwendah.
Ia kemudian menjelaskan bahwa komentar negatif yang diterima anak-anaknya muncul di akun media sosial sekolah dan akun media sosial pribadi sang anak, bukan berasal dari lingkungan sekolah secara langsung.
"Saya ingin meluruskan bahwa itu terjadi di akun media sosial sekolah dan akun media sosial pribadi anak saya, yang isinya berupa komentar-komentar tidak pantas dari beberapa oknum," jelasnya.
Sarwendah juga menegaskan bahwa anggapan seolah-olah perundungan terjadi di lingkungan sekolah merupakan informasi yang tidak benar. Menurutnya, pihak sekolah justru memiliki komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh peserta didik.
"Dan penggiringan opini bahwa perundungan (bullying) itu terjadi di lingkungan sekolah anak-anak saya adalah tidak benar, karena pihak sekolah sangat menjaga lingkungan sekolah dari hal-hal yang bersifat perundungan," tegasnya.
Ia mengaku bersyukur karena sekolah anak-anaknya memberikan dukungan penuh dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif.
"Saya bersyukur sekolah anak saya memiliki dukungan dan komitmen yang tinggi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi anak-anak," tutur Sarwendah.
Di akhir pernyataannya, Sarwendah mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memberikan komentar di media sosial. Ia berharap anak-anak tidak lagi menjadi sasaran komentar negatif yang dapat berdampak pada kondisi psikologis mereka.
"Oleh karena itu, saya memohon kepada semua pihak untuk menjaga komentarnya terhadap anak-anak di media sosial," tutup Sarwendah.