- Instagram @rakaraki_jatim
Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?
tvOnenews.com - Nama Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jawa Timur (Jatim) 2026, tengah menjadi sorotan di media sosial.
Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai Cak Surabaya 2023 itu ramai diperbincangkan bukan lagi karena prestasinya di ajang duta wisata, melainkan akibat munculnya tudingan serius dari seorang perempuan yang mengaku sebagai kekasihnya.
Melalui unggahan di media sosial X, perempuan tersebut membagikan sejumlah tangkapan layar percakapan yang diklaim berkaitan dengan Tio.
Dalam narasi yang beredar, ia menuding adanya tekanan untuk mengakhiri kehamilan serta dugaan kekerasan seksual dalam hubungan mereka.
Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan memicu perdebatan publik.
Bersamaan dengan itu, muncul pula berbagai spekulasi mengenai latar belakang keluarga Tio, termasuk klaim bahwa dirinya merupakan anak pejabat atau orang yang memiliki koneksi dengan lingkungan pemerintahan.
Namun, penting ditegaskan bahwa tudingan tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta yang terbukti secara hukum.
Berdasarkan penelusuran yang tersedia, belum ada informasi resmi yang menunjukkan adanya putusan pengadilan atau proses hukum yang telah membuktikan tuduhan tersebut.
Lantas, siapa sebenarnya Tio Ferdian Rahmana?
Tio Ferdian Rahmana merupakan sosok yang sebelumnya dikenal melalui kiprahnya di bidang duta wisata dan kegiatan kepemudaan.
Ia merupakan mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Data akademik Unesa mencatat Tio dengan NIM 20040284029.
Ia juga tercatat sebagai penulis skripsi berjudul Peran Cak Ning Surabaya sebagai Ikon Promosi Wisata Kota Surabaya Tahun 2005-2020.
Ketertarikannya terhadap sejarah dan pariwisata kemudian terlihat dalam perjalanan Tio sebagai duta wisata.
Pada 2023, Tio berhasil meraih gelar Duta Wisata Cak Surabaya 2023.
Grand final ajang tersebut berlangsung pada 18 November 2023 di Taman Surya, Balai Kota Surabaya. Ketika itu, Tio menjadi salah satu dari 15 finalis pasangan Cak dan Ning Surabaya.
Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Tio sebelum kemudian tampil di tingkat provinsi.
Nama Tio kembali mencuat setelah mengikuti ajang Raka Raki Jawa Timur 2026.
Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil meraih posisi Wakil I atau Runner Up Raka Jawa Timur 2026
Berdasarkan informasi yang diberikan dalam sumber, Tio juga memperoleh sejumlah pencapaian lain, seperti masuk Top 5 Raka Busana Terbaik, Top 10 Raka Kebudayaan, serta Top 10 Raka Program Berdampak.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Tio bukan pendatang baru dalam dunia duta wisata.
Sebelumnya, ia sudah memiliki pengalaman di tingkat Kota Surabaya sebelum melanjutkan kiprahnya ke ajang tingkat Jawa Timur.
Rekam jejak Tio juga tidak hanya berkaitan dengan kompetisi duta wisata.
Pada 2024, Tio tercatat sebagai salah satu narasumber dalam talkshow yang digelar Program Studi Pendidikan Sejarah Unesa. Dalam kegiatan tersebut, ia diperkenalkan sebagai Cak Surabaya 2023.
Tio juga pernah terlibat dalam kegiatan kepemudaan yang diselenggarakan AIESEC Surabaya.
Dalam kampanye Walk the Change, Tio bersama Ning Azelia Putri ikut menyuarakan pesan mengenai tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Sementara dari sisi akademik, Tio bersama dosennya pernah menerbitkan penelitian mengenai peran Cak Ning Surabaya sebagai ikon promosi wisata Kota Surabaya.
Penelitian tersebut diterbitkan dalam Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah pada 2024.
Dengan demikian, sebagian rekam jejak Tio sebelum kontroversi tersebut dapat diverifikasi melalui berbagai kanal resmi dan publikasi akademik.
Kontroversi yang kini membuat nama Tio menjadi perbincangan bermula dari unggahan seorang perempuan di platform X.
Perempuan tersebut mengaku memiliki hubungan dengan Tio dan mengunggah sejumlah bukti percakapan yang diklaim sebagai komunikasi pribadi mereka.
Dalam narasi yang beredar, perempuan tersebut menuding Tio meminta dirinya melakukan aborsi ketika usia kehamilan disebut telah mencapai sekitar 12 minggu.
Ada pula klaim bahwa Tio sempat membicarakan kemungkinan membawa perempuan tersebut ke Singapura.
Narasi yang menyertai tangkapan layar menyebut rencana itu berkaitan dengan upaya melakukan prosedur pengakhiran kehamilan di luar Indonesia.
Namun, seluruh klaim tersebut masih perlu ditempatkan sebagai tuduhan dari pihak yang mengunggahnya.
Keaslian keseluruhan percakapan, konteks komunikasi, serta fakta mengenai kejadian yang dituduhkan membutuhkan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Selain persoalan dugaan pemaksaan untuk melakukan aborsi, unggahan tersebut juga memuat tudingan mengenai dugaan kekerasan seksual.
Isu tersebut kemudian memperluas perhatian publik karena menyangkut dugaan tindakan yang serius.
Akan tetapi, berdasarkan informasi yang tersedia, belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan seluruh tudingan tersebut sebagai fakta hukum.
Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, Ikatan Raka Raki Jawa Timur disebut telah menyampaikan sikap terkait kontroversi tersebut.
Berdasarkan sumber yang beredar, paguyuban mengecam tindakan yang terbukti melanggar hukum, etika, maupun nilai kemanusiaan.
Pihak paguyuban juga disebut akan melakukan penelusuran atau investigasi terhadap informasi serta bukti yang disampaikan oleh pihak-pihak terkait.
Benarkah Tio Ferdian Rahmana Anak Pejabat?
Selain tudingan mengenai hubungan pribadinya, isu lain yang ikut menyebar adalah klaim bahwa Tio Ferdian Rahmana merupakan anak pejabat atau memiliki hubungan keluarga dengan pihak yang memiliki pengaruh.
Narasi tersebut berkembang di media sosial bersamaan dengan kontroversi yang menimpanya.
Namun, hingga penelusuran ini dilakukan, belum ditemukan sumber resmi dan kredibel yang mengonfirmasi siapa orang tua Tio, apakah orang tuanya merupakan pejabat, atau apakah ia memiliki hubungan dengan pejabat tertentu.
Sorotan terhadap Tio juga berdampak pada aktivitasnya di media sosial.
Akun Instagram yang disebut menggunakan nama pengguna @tiofrhmn_ kini berada dalam mode privat.
Rekam Jejak Tio Sebelum Kontroversi
Sebelum kasus ini menjadi perbincangan, Tio memiliki sejumlah aktivitas yang terdokumentasi secara publik.
Ia tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Sejarah Unesa dan pernah menyelesaikan penelitian mengenai Cak Ning Surabaya sebagai bagian dari promosi wisata.
Pada 2023, ia memenangkan gelar Cak Surabaya dalam ajang Duta Wisata Cak dan Ning Kota Surabaya. Program Studi Pendidikan Sejarah Unesa bahkan menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan bagi mahasiswa mereka.
Setahun kemudian, Tio juga tampil sebagai narasumber dalam kegiatan akademik di lingkungan Unesa.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari rekam jejak publik Tio sebelum namanya terseret kontroversi yang kini ramai diperbincangkan.
(tsy)