news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rekaman CCTV detik-detik seorang kakek di Semarang meninggal dunia saat tadarus Al-Quran di masjid viral.
Sumber :
  • Instagram/@iney_eleven

Mashaallah! Kakek di Semarang Meninggal saat Tadarus di Masjid Viral, Keluarga Ungkap Alasan Bagikan Rekaman CCTV

Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan seorang kakek bernama Djumari bin Amin meninggal dunia saat tadarus Al-Quran di Masjid Nurul Huda, Semarang viral di medsos.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:46 WIB
Reporter:
Editor :

Semarang, tvOnenews.com - Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan seorang kakek bernama Djumari bin Amin viral di media sosial. Pria lansia tersebut meninggal dunia saat tadarus Al-Quran di Masjid Nurul Huda, Ngaliyan, Semarang.

Dilansir tvOnenews.com dari unggahan Instagram @iney_eleven, Selasa (11/8/2026), Iney Yeni Puradita, anak dari almarhum kakek Djumari bin Amin membagikan sebuah rekaman CCTV. Di dalamnya menunjukkan sang ayah sedang tadarus Al-Quran.

Dalam rekaman CCTV yang viral tersebut, Djumari terlihat khusyu saat tadarus bersama sejumlah jemaah. Di tengah-tengah itu, ia mendadak telentang sebagai tanda mengalami sakaratul maut.

Sejumlah jamaah belum menyadari Djumari telah telentang. Selepas itu mereka pun menolong kakek tersebut pasca menghadap Sang Pencipta. Kejadian ini pun terekam kamera CCTV sehingga dibagikan oleh sang anak lewat media sosial atas persetujuan keluarga.

"Mohon maaf sebelumnya karena video ini dikirim oleh DKM Masjid Nurul Huda dan tanpa diedit karena saya belum siap untuk memberikan keterangan kejadiannya," tulis Iney.

Ia mengaku belum bisa memberikan kronologi lengkap ayahnya mendadak telentang saat tadarus Al-Quran di masjid. Ia masih merasa sangat terpukul melihat kepergian sang ayah.

Menurut Iney, sang ayah dikenal sebagai sosok yang baik. Selain itu, almarhum Djumari juga selalu khusyu saat melakukan tadarus Al-Quran di Masjid Nurul Huda, Semarang.

Ia justru membela para jemaah yang kurang sigap menolong mendiang sang ayah. Hal ini tak lepas bahwa mereka juga masuk kategori lanjut usia (lansia) sehingga mengalami penurunan di bagian kesehatannya.

"Saya luruskan di sini, tidak ada yang namanya jemaah membiarkan bapak saya terjatuh sampai dinyatakan meninggal di masjid oleh dokter dari Puskesmas terdekat. Semua terjadi atas kehendak Allah," tegasnya.

Ia justru mengucapkan terima kasih kepada para jemaah yang sudah menolong almarhum ayahnya. Baginya, mereka telah menjadi saksi bahwa orang tuanya meninggal dunia dalam keadaan baik.

Alasan Bagikan Rekaman CCTV Detik-detik sang Ayah Meninggal saat Tadarus di Masjid Semarang

Di sisi lain, Iney mengungkap alasan dirinya berbagi rekaman CCTV yang berujung viral di media sosial. Ia menepis anggapan hanya untuk dipertontonkan di ruang publik.

Kepergian sang ayah, kata dia, sebagai bentuk pengingat dan bahan renungan bagi siapa pun yang melihatnya. Bagi keluarga, kepergian kakek lansia tersebut menjadi tanda ketetapan takdir perjalanan hidup manusia sudah ditentukan oleh Allah SWT.

"Semoga video ini mengingatkan saya, keluarga, dan kita semua untuk terus belajar istiqamah dalam kebaikan, memperbanyak amal, dan menjalani hidup hanya untuk mencari ridha Allah," katanya.

Ia berharap agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah sang ayah. Ia juga berharap Sang Pencipta mengampuni segala dosanya sekaligus kepergian tersebut menjadi tanda akhir hidup yang baik baginya.

"Dan semoga ketika waktu kita tiba, Allah pun berkenan memanggil kita dalam keadaan husnul khatimah, sedang berada dalam ketaatan dan mengingat-Nya," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:19
01:38
01:32
04:35
04:23
06:18

Viral