news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Potret AI - Video promosi brand minuman keras merek Newport diduga menggunakan tantangan hafalan Surat Ad-Dhuha viral.
Sumber :
  • Istimewa

Siapa Sosok Berinisiatif Challenge Hafalan Surat Al-Quran Dihadiahkan Miras? Terkuak Sudah Identitasnya

Polda Metro Jaya telah mengantongi identitas sosok pembuat tantangan (challenge) hafalan surat Al-Quran ditukar miras di booth brand minuman Newport yang viral.
Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok yang berinisiatif dalam kasus dugaan penistaan agama berupa tantangan atau challange hafalan surat Al-Quran berhadirah minuman keras (miras) masih menyisakan tanda tanya.

Polisi masih melakukan penyelidikan viralnya tantangan hafalan Al-Quran dengan melafalkan Surat Ad-Dhuha ditukar dengan miras dari brand minuman beralkohol merek Newport saat konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara pada 9 Agustus 2026.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin menyampaikan bahwa, polisi telah berhasil mengantongi identitas pembuat challenge itu.

"Kami sudah mengidentifikasi pihak yang melakukan challenge tersebut," ujar Iman, Rabu (12/8/2026).

Sosok yang Bikin Chllenge Surat Al-Quran Ditukar Miras

Tampang gadis baju putih di booth miras Newport
Sumber :
  • Threads/folkkonoha

Lanjut Iman, identitas yang sudah dikantongi pihak kepolisian tak lepas dari upaya penyidik. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, baik manajemen, penyelenggara kegiatan (The Sounds Project), pemilik merek minuman (Newport), dan beberapa pengunjung.

Proses meminta keterangan terhadap sejumlah pihak berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026 malam. Berdasarkan dari hasil penyelidikan sementara, pembuat challenge Surat Al-Quran berasal dari pengunjung.

Pengunjung itu, kata dia, diduga merebut mikrofon dalam booth brand minuman beralkohol tersebut. Pengunjung tersebut secara spontan melontarkan challenge diduga mengandung penistaan agama.

"Pengunjung tersebut kemudian mengambil mikrofon dan secara spontan melakukan challenge. Namun dari aspek hukumnya masih akan kami dalami melalui pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," terangnya.

Selain meminta keterangan, penyidik juga telah melakukan pengecekan di lokasi kegiatan. Sebab, acara musik tersebut digelar di Ecopark, Ancol pada 7-9 Agustus 2026.

Dari hasil berkoordinasi dengan pihak pengelola kawasan dan Polsek Pademangan, tim penyidik mendapatkan beberapa dokumen. Kemudian, penyidik juga memperoleh informasi awal terkait pelaksanaan festival hingga aktivitas berada di booth tersebut.

Iman memastikan Polri menunjukkan sikap proaktif. Persoalan ini harus ditangani melalui rangkaian penyelidikan berdasarkan laporan dari masyarakat hingga beragam informasi yang merebak di ruang media sosial.

Ia menjelaskan dampak dari kasus tersebut. Challenge hafalan surat Al-Quran berpotensi dijerat Pasal 300 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Ia menambahkan, ketentuan pasal yang diterapkan didasari dari hasil pemeriksaan, mulai dari pihak yang bersangkutan, keterangan para saksi hingga alat-alat bukti diamankan penyidik.

"Jika ditemukan unsur tindak pidana, tentu kami akan melakukan penegakan hukum dengan tegas," ucap Iman.

Gadis Baju Putih Disorot

Sebelumnya, seorang wanita atau gadis baju putih menjadi sorotan publik. Ia dudga sebagai sosok membuka sayembara berhadiah sebotol miras apabila ada pengunjung menghafal Surat Ad-Dhuha.

Tampang gadis baju putih tersebut kini merebak luas di media sosial. Perawakan gadis tersebut dengan rambut berukuran sebahu, menggunakan tas selempang kecil berwarna hitam, dan celana pendek hitam.

Perhatian ini juga tak lepas setelah Revnaldo Ega, MC di booth Newport buka suara terkait kronologinya. Ia mengatakan bahwa dirinya berinteraksi dengan pengunjung di tengah jeda pengisi acara.

Kata Ega, seorang gadis berpakaian putih mendadak mengambil mikrofon miliknya. Tanpa berpikir panjang, sosok tersebut membuka sayembara yang berujung menuai kecaman publik.

"Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audiens tersebut," terang Ega melalui Threads.

Brand Minuman Beralkohol dan Penyelenggara Acara Minta Maaf

Sebelumnya, Direktur brand minuman beralkohol Newport, Handoko Sasongko menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Manajemen sangat menyayangkan adanya insiden dugaan penistaan agama.

"Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," kata Handoko.

Ia membantah adanya aktivitas tersebut bagian dari program, konsep promosi hingga arahan dari pihak manajemen brand tersebut. Challenge itu dinilai terjadi secara spontan dan di luar kendali Newport.

"Aktivitas itu muncul secara spontan dari pengunjung berada di lokasi. Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian," ujar Handoko.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
10:25
04:20
02:32
05:01
25:05

Viral