- Tangkapan layar YouTube Uya Kuya TV
Viral Habib Bahar bin Smith dan Massa Datangi Lokasi TSP, Buntut Challenge Hafalan Al Quran Ditukar Miras
Jakarta, tvOnenews.com - Habib Bahar bin Smith kembali mencuri perhatian publik. Kali ini ia bersama sejumlah ormas Islam menggeruduk lokasi acara musik The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara viral di media sosial.
Penggerudukan tersebut tak lepas dari polemik tantangan atau challenge menghafal surah Al-Quran berhadiahkan minuman keras (miras) yang viral di media sosial. Habib Bahar bin Smith dan massa pun mengecam keras aksi itu.
Habib Bahar bin Smith dan massa juga mendesak agar pihak penyelenggara acara bertanggung jawab atas kasus dugaan penistaan agama yang terjadi di acara musik pada 9 Agustus 2026.
Habib Bahar bin Smith dan Massa Mendatangi Lokasi The Sounds Project
- Istimewa
Dilihat tvOnenews.com dari video yang beredar di media sosial, Kamis (13/8/2026), Habib Bahar terekam berada di lokasi bekas acara musik tersebut, tepatnya di kawasan Ecopark Ancol, Jakarta Utara.
Habib Bahar dan sejumlah ormas Islam terekam langsung mendatangi area panggung bekas acara musik tersebut. Di momen ini, sejumlah petugas keamanan turut mengawal aksi penggerudukan itu.
Habib Bahar dan sejumlah orang pun berusaha menemui penanggung jawab di lokasi acara tersebut. Mereka mempertanyakan kejadian yang menimbulkan gelombang emosi publik.
Pendakwah itu menyampaikan penegasannya. Ia dan sejumlah orang tidak akan berhenti sebelum yang bersangkutan diproses secara hukum dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
"Saya bakal di sini dan ini panggung maksiat-maksiat ini enggak ada boleh keluar dari sini sebelum pelaku ditangkap. Itu aja," ujar Habib Bahar.
Selain mendesak adanya pihak yang melakukan sayembara, Habib Bahar turut menyoroti pihak penyelenggara acara. Selain itu, ia dan massa juga mendesak pengelola lokasi acara musik tersebut.
Menurutnya, persoalan ini sudah melampaui batas sehingga menjadi perhatian serius bagi publik. Sebab, polemik tersebut terjadi dalam sebuah acara mengundang banyak orang.
Ia berpendapat terkait penggunaan ayat suci sebagai konteks memberikan hadiah minuman beralkohol. Baginya, hal ini tidak boleh dijadikan candaan.
"The Sounds Project terus dari pihak Ancol juga harus tuntut mereka," tegasnya.
Sebelumnya, challenge surah Al-Quran berhadiah miras viral. Kejadian ini berlangsung dalam acara musik The Sounds Project digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada 9 Agustus 2026.
Dalam video yang beredar, sebuah booth brand minuman beralkohol berhasil mengundang sejumlah pengunjung. Di tengah itu, pengunjung perempuan diminta menghafalkan Surah Ad-Dhuha sebagai tantangan untuk mendapatkan hadiah sebotol miras.
Rekaman itu langsung mendadak viral hingga menuai perdebatan serta kecaman dari publik. Tak sedikit yang bertanya alasan ayat suci Al-Quran dipakai dalam bentuk sayembara hadiah miras.
Pernyataan Penyelenggara Acara Musik
The Sounds Project sebelumnya sempat buka suara terkait dugaan penistaan agama dalam sebuah booth sponsor minuman beralkohol. Pihak penyelenggara acara musik itu turut mengecam keras tindakan yang berkaitan dan menyinggung SARA.
"Kami merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut," kata The Sounds Project.
Di sisi lain, seorang pembawa acara (MC) dalam booth minuman beralkohol itu, Ega mengungkapkan kronologi sebenarnya. Hal itu terjadi di saat jeda acara sehingga pihaknya berinteraksi dengan pengunjung.
Di tengah itu terdapat audiens wanita berpakaian kaos putih mengambil mikrofon. Pengunjung tersebut pun memberikan tantangan bagi yang melafalkan Surah Ad-Dhuha mendapat imbalan sebotol miras.
Sementara, manajemen Newport melalui Direktur Handoko Sasongko juga menyampaikan permintaan maafnya. Pihaknya menyesali adanya insiden dugaan penistaan agama.
Pelaku Ditangkap
Kasus dugaan penistaan agama berbentuk challenge hafalan surah Al-Quran dengan hadiah miras memasuki babak baru. Dua pelaku yang terlibat telah ditangkap pihak kepolisian.
Plh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Oki Waskito mengungkapkan identitas pelaku yang ditangkap polisi. Keduanya merupakan seorang wanita berinisial R dan E dari pria.
"Posisi saat ini untuk terduga pelaku penistaan sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara. Dua yang kami arah penyidikan," ungkap Oki di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (12/8/2026).
Oki menyampaikan bahwa ada kemungkinan polisi juga membidik pihak lain yang diduga terlibat dalam polemik tersebut. Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman khusus untuk dua orang yang ditangkap akibat insiden itu.
(hap)