- Kolase Threads/Nadhea Devi & Istimewa
Tepis Cewek Baju Putih di Booth Kasus Challenge Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Nadhea Devi: Saya Panik
Jakarta, tvOnenews.com - Sosok wanita bernama Nadhea Devi muncul ke ruang publik. Ia buka suara usai disebut sebagai cewek berbaju putih dalam kasus penistaan agama di booth brand minuman keras (miras) Newport di The Sounds Project, Minggu (9/8/2026).
Dalam video klarifikasi melalui akun Threads pribadinya, Nadhea Devi menepis tuduhan tersebut. Ia menegaskan dirinya bukan sosok gadis baju putih dalam video yang viral di media sosial.
Nadhea Devi merasa heran dirinya dikaitkan sebagai sosok cewek baju putih dalam tantangan (challenge) hafalan surah Al-Quran berhadiahkan miras.
"Pertama-tama, saya mau menjelaskan kalau pelaku yang ada di foto ini jelas-jelas bukan saya," ujar Nadhea Devi dikutip tvOnenews.com, Jumat (14/8/2026).
- Threads/aqueer_
Ia juga bingung namanya selalu disebut sejak kasus dugaan penistaan agama tersebut memicu gelombang amarah publik. Padahal ia bukan sosok wanita berbaju putih saat momen sayembara tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha ditukar dengan sebotol minuman beralkohol.
"Saya sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini," tegas Nadhea.
Berdasarkan informasi yang didapatkan olehnya, Nadhea menyinggung terkait kabar terbaru tindakan dari aparat kepolisian. Polisi telah meringkus sejumlah pihak diduga sebagai pelaku kasus dugaan penistaan agama di booth brand minuman beralkohol itu.
"Sejauh yang saya ketahui dari media sosial maupun artikel yang telah beredar bahwa pihak kepolisian telah berhasil melakukan tindakan pengamanan terhadap pelaku dugaan penistaan agama," terangnya.
Nadhea Devi Sempat Panik
Dalam kesempatan itu, Nadhea juga memberikan situasinya saat namanya mencuri perhatian publik. Hal ini mendorong dirinya merubah beberapa akun media sosial miliknya.
Keputusan merubah akun media sosial itu sebagai tindakan saat dirinya merasa panik. Nama Nadhea terus diburu hingga diserang habis-habisan oleh warganet.
Tambah Nadhea, data pribadinya tiba-tiba langsung tersebar luas di beberapa akun media sosial. Karena bocor, ia pun memutuskan untuk merubah akunnya demi keamanan dirinya.
"Mengenai akun media sosial saya yang saya ganti akun dan lain-lain itu, itu terjadi karena saya benar-benar merasa panik dan saya tidak tahu lagi harus bagaimana karena jujuur saya tidak melakukan apa pun, tetapi kenapa netizen malah menyerang saya," jelasnya.
Kronologi Dugaan Penistaan Agama Lewat Challenge Hafalan Al-Quran
Peristiwa dugaan penistaan agama ini bermula dari sebuah acara musik The Sounds Project digelar di Ancol, Jakarta Utara pada Minggu (9/8/2026).
Di tengah jeda acara tersebut, seorang pembawa acara dari depan booth miras Newport bernama Ega membuka sesi tantangan membaca sekaligus menghafal ayat Al-Quran.
Challenge tersebut dibuka untuk bagi yang bisa melafalkan Surah Ad-Dhuha bisa mendapatkan hadiah sebotol miras. Situasi ini membuat seorang gadis berbaju putih memenuhi tantangan tersebut.
Video challenge itu langsung merebak luas di ruang media sosial. Berbagai kecaman terus berdatangan, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, para pendakwah hingga masyarakat Indonesia.
Tak sedikit publik menyoroti perempuan berbaju putih tersebut. Mereka terus mengidentifikasi siapa sosok di balik gadis itu karena telah melukai norma agama dan sosial.
Publik langsung mengarah identitas cewek baju putih itu disebut bernama Nadhea Devi. Kecurigaan ini seiring sejumlah akun media sosial wanita tersebut mendadak hilang.
Di tengah situasi ini, kakak Nadhea Devi bernama Reinaldi Sandjaja buka suara. Sang kakak menepis tuduhan bahwa gadis berbaju putih itu adalah adiknya.
"Nadhea memang kerja di Orang Tua Group, tapi selayaknya karyawan biasa, dan dia pun tidak ada di tempat saat kejadian. Saya paham situasi ini membuat banyak pihak merasa tidak nyaman dan kecewa, dan saya turut prihatin atas apa yang terjadi. Saya hanya ingin membantu meluruskan supaya tidak terjadi kesalahpahaman," tulis Reinaldi.
4 Orang Tersangka Kasus Challenge Hafalan Al-Quran Ditukar Miras
Berdasarkan informasi terbaru, tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus penistaan agama melalui promosi miras Newport dengan challenge surah Al-Quran berhadiahkan miras di booth konser musik The Sounds Project.
"Berdasarkan rangkaian penyidikan dan alat bukti yang diperoleh, penyidik telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial RES, AK, I, dan M," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, Kamis (13/8/2026).
Tersangka RES dan AK, kata Iman, polisi menangkap mereka pada Rabu, 12 Agustus 2026. Selepas itu keduanya telah ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya.
Adapun tersangka I dan AK diduga menjadi pihak memberikan tantangan kepada pengunjung. Peran tersangka M sebagai sosok yang tampil dan melafalkan Surah Ad-Dhuha melalui mikrofon di booth tersebut.
Tersangka terjerat Pasal 300 dan/atau Pasal 301 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
(hap)