- tvOneNews
Situasi Pascagempa NTT M7,7, Gubernur NTT Minta Maaf Belum Bisa Beri Informasi Detail
38 Orang Meninggal Dunia
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan data sementara korban gempa hingga pukul 15.00 WIB. Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Selain korban meninggal, dua orang dilaporkan mengalami luka berat dan 11 orang mengalami luka ringan. Sekitar 2.000 warga juga telah melakukan evakuasi secara mandiri ke sejumlah lokasi yang dianggap lebih aman.
“Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian dua jiwa luka berat, 11 luka ringan. Kemudian kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri,” ucap Suharyanto dalam tayangan Kabar Petang tvOne.
Suharyanto juga menyampaikan bahwa gempa berdampak terhadap sejumlah infrastruktur. Beberapa akses jalan dilaporkan tertutup akibat longsor sehingga menghambat aktivitas dan proses penanganan di wilayah terdampak.
“Kemudian untuk material tercatat ini ada beberapa jalan yang longsor ya, tertutup,” kata Suharyanto.
Pemerintah Aktifkan Posko Penanggulangan Bencana
Untuk mempercepat penanganan, pemerintah telah mengaktifkan Posko Penanggulangan Darurat Bencana. Posko tersebut dikoordinasikan oleh BNPB bersama BPBD NTT dan menjadi pusat koordinasi berbagai upaya penanganan pascagempa.
“Kemudian dalam rapat koordinasi tadi, kami sudah sepakat untuk segera mengaktifkan posko penanggulangan bencana. Jadi, semua hal-hal ketentuan berkaitan dengan penanggulangan bencana ini akan diaktifkan ya,” ujar Suharyanto.
Pengaktifan posko tersebut dilakukan untuk memastikan proses pencarian dan pertolongan, evakuasi warga, hingga distribusi bantuan dapat berjalan secara terkoordinasi. Pemerintah juga terus melakukan pendataan terhadap wilayah dan masyarakat yang terdampak.
Tim Gabungan Cari Warga yang Masih Terjebak
Selain menangani korban yang telah ditemukan, tim gabungan kini memprioritaskan pencarian warga yang masih diduga terjebak di dalam bangunan. Informasi tersebut diterima BNPB dari pemerintah daerah setelah sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa.
Suharyanto mengatakan masih ada masyarakat yang kemungkinan membutuhkan pertolongan. Karena itu, tim gabungan langsung diarahkan untuk melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang dilaporkan terdampak.
“Kemudian prioritas tadi ada informasi dari Bapak Gubernur bahwa di samping korban yang tadi kami laporkan masih ada beberapa masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan. Ada yang terjebak di beberapa bangunan,” ungkapnya.