- Instagram Pijeypj
Bikin Haru, Ini Unggahan Terakhir Putri Juficha Sebelum Meninggal di Hari Ulang Tahunnya
tvOnenews.com - Kepergian Putri Andriani Juficha atau yang akrab disapa Pijey meninggalkan duka mendalam bagi dunia pageant Indonesia. Miss Earth Indonesia 2025 tersebut meninggal dunia pada Jumat (14/8/2026), tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-26.
Kabar kepergian Putri dikonfirmasi oleh Organisasi Miss Grand Indonesia melalui akun Instagram resminya pada Sabtu (15/8/2026).
Hingga kini, penyebab meninggalnya Putri belum disampaikan secara resmi. Di tengah kabar duka tersebut, perhatian publik kemudian tertuju pada unggahan terakhir di akun Instagram pribadinya, @pijeypj, yang ternyata berisi pesan tentang kemanusiaan dan Palestina.
Unggahan Terakhir Putri Juficha Singgung Lamine Yamal dan Palestina
Unggahan terakhir Putri Juficha memperlihatkan sebuah gambar pesepak bola muda Spanyol, Lamine Yamal.
Dalam gambar tersebut, Yamal digambarkan berjalan menuju trofi Piala Dunia sembari membawa dua bendera, yakni Spanyol dan Palestina.
Putri kemudian menuliskan pesan yang mengaitkan sepak bola dengan nilai kemanusiaan. Unggahan tersebut menjadi sorotan setelah kabar kepergiannya tersebar dan kolom komentar akun Instagramnya dipenuhi ucapan belasungkawa.
"Saat dunia sepak bola membutuhkan pahlawan, Spanyol datang untuk menyelamatkannya," tulis Putri Juficha.
"Terima kasih kalian telah mengingatkan kami bahwa di balik permainan ini ada kemanusiaan. Ketika bendera Palestina dikibarkan, kalian menunjukkan bahwa sepak bola juga punya suara," lanjut Putri dalam unggahannya.
- Instagram Pijeypj
Pesan tersebut kini dikenang sebagai salah satu jejak terakhir Putri di media sosial. Isinya juga dinilai sejalan dengan kiprahnya di dunia pageant yang tidak hanya menempatkan penampilan sebagai bagian utama, tetapi juga membawa isu sosial dan lingkungan.
Putri Juficha Meninggal Tepat di Hari Ulang Tahun ke-26
Kabar meninggalnya Putri Juficha pertama kali dikonfirmasi oleh Organisasi Miss Grand Indonesia. Putri sebelumnya merupakan Runner-Up Miss Grand Indonesia 2025 sebelum kemudian dipercaya menjadi Miss Earth Indonesia 2025.
"Dengan rasa duka yang mendalam, Organisasi Miss Grand Indonesia menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Putri Andriani Juficha, Runner-Up Miss Grand Indonesia 2025," tulis Organisasi Miss Grand Indonesia dalam pernyataannya, Sabtu (15/8/2026).
Organisasi tersebut juga mengenang Putri sebagai sosok yang memiliki semangat, kekuatan, dan kepribadian yang mampu menyentuh banyak orang.
"Kamu lebih dari sekadar seorang pemegang gelar. Kamu adalah bagian dari keluarga besar kami, sosok berjiwa indah yang keanggunan, kekuatan, dan semangatnya telah menyentuh begitu banyak hati. Meski perjalananmu bersama kami harus berakhir terlalu cepat, kenangan, kasih sayang, dan cahaya yang kamu bagikan akan selamanya menetap di hati kami. Semoga kamu beristirahat dengan tenang dalam pelukan Sang Pencipta, dan semoga jiwa mu yang indah menemukan kedamaian abadi".
Putri lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 14 Agustus 2000. Dengan demikian, kepergiannya terjadi tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-26.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Putri. Karena itu, informasi mengenai penyebab kepergiannya sebaiknya tidak disimpulkan berdasarkan spekulasi yang beredar di media sosial.
Bukan Sekadar Pageant, Putri Juficha Punya Prestasi di Lingkungan dan Musik
Di balik mahkota dan gelar yang diraihnya, Putri dikenal memiliki perjalanan yang cukup beragam. Ia merupakan lulusan Ilmu Komunikasi dan melanjutkan pendidikan di bidang hukum. Selain aktif sebagai model, Putri juga memiliki ketertarikan terhadap musik dan pernah merilis lagu berjudul "Mati Saja".
Kariernya di dunia pageant semakin dikenal setelah mengikuti Miss Grand Indonesia 2025. Dalam ajang tersebut, Putri berhasil menempati posisi Runner-Up.
Setelah itu, Organisasi Putri Nusantara menunjuknya untuk membawa nama Indonesia di ajang Miss Earth 2025 yang berlangsung di Manila, Filipina. Dalam kompetisi tersebut, Putri berhasil meraih penghargaan khusus Best Social Project.
Advokasi lingkungan menjadi salah satu perhatian Putri. Ia tercatat aktif menyuarakan berbagai isu terkait kelestarian bumi, termasuk pengurangan sampah, perlindungan sungai dari pencemaran, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Komitmen tersebut membuat sosok Putri Juficha dikenang bukan hanya karena prestasinya di panggung pageant.
Pesan kemanusiaan dalam unggahan terakhirnya pun kembali memperlihatkan sisi lain dirinya yang menggunakan ruang publik untuk menyampaikan isu yang dianggap penting.
Kepergian Putri di usia 26 tahun membuat dunia pageant Indonesia kehilangan salah satu sosok muda yang tengah membangun kiprah.
Unggahan terakhirnya tentang sepak bola, Palestina, dan kemanusiaan kini menjadi salah satu kenangan terakhir yang ditinggalkan untuk para pengikut dan orang-orang yang mengenalnya. (udn)