- YouTube tvOneNews
Mengenal Ratna Sari Dewi, Istri Soekarno yang Curi Perhatian saat Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Istana
Dalam sejumlah catatan sejarah, ia juga disebut memiliki peran dalam hubungan Indonesia dan Jepang pada masa tersebut.
Ensiklopedia Kementerian Kebudayaan mencatat Dewi terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan persahabatan Indonesia-Jepang.
Ia juga disebut pernah membantu proses lobi di Jepang terkait penerbitan buku yang memuat koleksi seni milik Bung Karno.
Pada 1964, Dewi terpilih sebagai Ketua Kehormatan Lembaga Persahabatan Indonesia-Jepang.
Ia juga mendirikan Komunitas Nadeshiko yang menjadi wadah bagi perempuan Jepang yang menikah dengan pria Indonesia.
Peran tersebut membuat kiprahnya tidak hanya berada dalam lingkup keluarga kepresidenan, tetapi juga bersinggungan dengan hubungan sosial dan kebudayaan kedua negara.
Kehidupan Ratna Sari Dewi mengalami perubahan setelah kekuasaan Soekarno berakhir pada 1967.
Setelah Soekarno meninggal dunia pada 21 Juni 1970, Dewi menjalani kehidupan di luar Indonesia. Ia sempat tinggal di sejumlah negara sebelum kemudian kembali menetap di Jepang.
Dalam perjalanan selanjutnya, Dewi dikenal sebagai figur publik, pebisnis, serta sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Namanya juga cukup dikenal di Jepang. Hingga kini, ia masih sesekali muncul dalam berbagai kegiatan publik dan menggunakan media sosial untuk membagikan aktivitasnya.
Dari pernikahannya dengan Soekarno, Ratna Sari Dewi memiliki seorang putri bernama Kartika Sari Dewi Soekarno.
Kartika lahir pada 11 Maret 1967 dan tumbuh dengan latar belakang kehidupan yang sangat internasional.
Ia pernah menjalani pendidikan di Eropa dan kemudian aktif dalam bidang sosial.
Kartika dikenal sebagai pendiri Kartika Soekarno Foundation (KSF), organisasi yang berfokus pada program pendidikan dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia.
Kehadiran Kartika menjadi bagian lain dari jejak keluarga Soekarno yang tetap aktif dalam kegiatan sosial setelah era Presiden pertama RI tersebut berakhir.
Setelah puluhan tahun berlalu, Ratna Sari Dewi kembali menginjakkan kaki di kompleks Istana dalam suasana peringatan kemerdekaan.
Kehadirannya pada 17 Agustus 2026 menjadi perhatian karena ia pernah memiliki pengalaman langsung dengan kehidupan Istana ketika Soekarno masih menjadi presiden.
Ratna mengaku cukup terkejut melihat perubahan kawasan tersebut. Ia mengenang bahwa dahulu terdapat halaman luas yang menjadi ruang antara Istana Negara dan Istana Merdeka.