- Instagram @elelrumi
Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual, El Rumi Langsung Beri Peringatan Tegas
tvOnenews.com - Nama El Rumi, putra musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty, mendadak menjadi perbincangan di media sosial setelah muncul unggahan anonim di Threads yang menyinggung sosok artis berinisial EJR.
Dalam unggahan yang beredar pada 19 Agustus 2026, pemilik akun Threads @ajsbsbwas mengaku memiliki pengalaman traumatis dengan seorang pria yang disebut menggunakan inisial EJR.
Cerita tersebut berisi tudingan mengenai dugaan tindakan seksual tanpa persetujuan.
Meski nama lengkap tidak pernah disebut dalam unggahan tersebut, sejumlah warganet kemudian mengaitkan inisial EJR dengan El Rumi.
Dugaan tersebut semakin ramai karena terdapat sejumlah petunjuk yang dianggap warganet memiliki kemiripan.
Namun, penting ditegaskan bahwa belum ada bukti atau konfirmasi independen yang menunjukkan bahwa EJR yang dimaksud dalam unggahan anonim tersebut adalah El Rumi.
Rumor tersebut bermula dari sebuah utas yang diunggah akun anonim di Threads.
Pemilik akun mengaku pernah bepergian bersama seorang pria berinisial EJR dan seseorang berinisial NB.
Dalam ceritanya, mereka disebut pergi ke kawasan Senayan sekitar pukul 20.00 sebelum kemudian menuju kediaman pria yang disebut berada di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Pemilik akun kemudian menceritakan sebuah kejadian yang menurut pengakuannya membuat dirinya kehilangan kendali atas tubuh.
Ia mengeklaim bahwa EJR meniupkan asap vape ke arah mulutnya dan memintanya menghirup asap tersebut berulang kali.
“Pelaku justru meniupkan asap vape berulang kali ke arah mulut saya dan menyuruh saya untuk menghirupnya sampai saya batuk-batuk yang pada saat itu saya tidak tahu bahwa vape tersebut mengandung THC,” tulis pemilik akun dalam unggahannya.
Setelah kejadian tersebut, ia mengaku mengalami perubahan kondisi hingga merasa tidak mampu mengendalikan dirinya.
Dalam utas tersebut, pemilik akun kemudian menyampaikan tudingan yang jauh lebih serius.
Ia mengaku tindakan seksual dilakukan ketika dirinya berada dalam kondisi yang disebut tidak mampu memberikan persetujuan.
“Dan dalam kondisi saya yang sudah tidak mampu mengendalikan diri seperti itu, pelaku melakukan tindakan seksual terhadap saya tanpa persetujuan saya. Saya ingin menegaskan satu hal: saya tidak memberikan persetujuan,” tulisnya.
Pemilik akun juga menyebut dirinya memiliki bukti yang dapat menunjukkan kebersamaan dengan sosok tersebut sebelum kejadian.
Ia bahkan memberikan tenggat waktu tujuh hari untuk pihak yang disebut EJR memberikan respons sebelum bukti tersebut diklaim akan dipublikasikan.
Namun, hingga kini identitas EJR dalam unggahan tersebut belum terkonfirmasi secara independen.
Setelah utas tersebut menyebar, warganet mulai berspekulasi mengenai identitas EJR.
Salah satu nama yang kemudian ramai dikaitkan adalah El Rumi, yang memiliki nama lengkap Ahmad El Jallaludin Rumi.
Kaitannya terutama muncul karena kesamaan inisial serta sejumlah petunjuk yang ditafsirkan sendiri oleh pengguna media sosial.
Namun, kesamaan inisial tidak dapat dijadikan bukti bahwa seseorang merupakan pihak yang dimaksud dalam sebuah tudingan.
Ramainya spekulasi tersebut membuat El Rumi disebut menerima banyak pertanyaan dari orang-orang yang ingin mengetahui apakah dirinya merupakan sosok EJR.
Kuasa hukum El Rumi, Aldwin Rahadian, kemudian memberikan klarifikasi kepada media di Polda Metro Jaya pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Aldwin menegaskan bahwa informasi yang beredar berasal dari akun anonim sehingga identitas maupun kebenaran tudingan tersebut belum dapat dipastikan.
“Yang bicara pertama itu dari mana? Akun anonim. Ah, itu kan belum bisa dipertanggungjawabkan, ya kan. Apalagi inisialnya apa, EJR, ya kan,” ujar Aldwin Rahadian dikutip dari YouTube Cumi-cumi.
Ia juga mengatakan El Rumi merasa terganggu karena banyak orang menghubunginya untuk meminta kepastian mengenai rumor tersebut.
“Bingung saja dan terganggu karena banyak yang mengkonfirmasi, ya kan. Ini siapa, apa bener apa gimana, ya bingung juga siapa yang bersangkutan ini siapa, EJR ini siapa?” kata Aldwin.
Menurutnya, kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas El Rumi sebagai figur publik.
Selain tudingan mengenai pelecehan seksual, utas anonim tersebut juga menyebut penggunaan tetrahydrocannabinol (THC) yang diklaim terdapat dalam vape.
THC merupakan senyawa psikoaktif utama yang terdapat dalam tanaman Cannabis. Senyawa tersebut dapat memengaruhi fungsi otak, termasuk persepsi, suasana hati, koordinasi, dan kemampuan berpikir.
Namun, Aldwin secara tegas membantah tudingan tersebut jika diarahkan kepada kliennya.
“Oh itu tuduhan serius, enggak pernah yang begitu-begitu kan sejauh ini. Kita tahu bersama, Mas El, Al, Dul dan sebagainya jauh dari hal-hal seperti itu, ya kan. Apalagi tadi apa, THC segala macam, ya kan,” ujar Aldwin.
Dengan demikian, pihak El Rumi menyatakan tidak pernah melakukan hal sebagaimana yang dituduhkan dalam unggahan anonim tersebut.
Aldwin juga meminta pihak yang merasa memiliki informasi atau bukti mengenai tudingan tersebut untuk menyampaikannya melalui jalur resmi.
Menurutnya, tudingan serius seharusnya disampaikan dengan identitas dan bukti yang jelas sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau pun makanya nanti ada seseorang yang mengklaim, jangan anonim, gitu. Jangan anonim, coba perlihatkan, sampaikan resmi, gitu. Sampaikan resmi, ya, gitu. Jadi kalau perlu kan ada proses hukum dan sebagainya,” kata Aldwin.
Ia menambahkan bahwa pihak El Rumi telah mempersiapkan langkah hukum apabila situasi tersebut berkembang menjadi persoalan yang merugikan nama baik kliennya.
Langkah tersebut dilakukan bukan hanya untuk membantah informasi yang beredar, tetapi juga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pihak yang sengaja menyebarkan informasi palsu atau memiliki motif tertentu.
Aldwin menjelaskan bahwa El Rumi sebenarnya tidak mengetahui siapa sosok EJR yang disebut dalam unggahan tersebut.
Banyaknya pihak yang menghubungi dan meminta klarifikasi justru membuat situasi semakin mengganggu.
“Kasihan juga dia banyak terima telepon, dikonfirmasi ‘bener enggak, bener enggak?’ Kan kasihan kerjaannya dia. Jadi apalagi bingung juga kejadian apa kapan dan sebagainya,” lanjut Aldwin.
Karena itulah, El Rumi meminta kuasa hukumnya menyampaikan klarifikasi kepada publik.
Untuk saat ini, publik masih menunggu apakah pemilik akun anonim tersebut akan memberikan bukti atau penjelasan lebih lanjut mengenai sosok EJR yang dimaksud.
Yang jelas, belum ada konfirmasi bahwa El Rumi merupakan sosok berinisial EJR dalam unggahan tersebut, sementara pihak El Rumi melalui kuasa hukumnya telah menyampaikan bantahan.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada bukti dan keterangan resmi dari pihak-pihak yang terkait, bukan semata-mata spekulasi yang berkembang di media sosial.
(tsy)