- Instagram @chaneekalaweit
Chanee Kalaweit Kembali Bagikan Penampakan Karhutla di Kalimantan dari Langit, Asap Terlihat Membumbung
tvOnenews.com - Chanee Kalaweit kembali membagikan penampakan Karhutla di Kalimantan dari udara. Melalui pesawat kecilnya, aktivis lingkungan tersebut memantau kondisi hutan di Kalimantan Tengah dan memperlihatkan kepulan asap yang terlihat dari langit pada 24 Agustus 2026.
Dalam rekaman yang dibagikan, kondisi Karhutla terlihat dari udara dengan kepulan asap yang membumbung di sejumlah kawasan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi titik api sekaligus memastikan kebakaran tidak mengancam kawasan hutan yang selama ini mereka perjuangkan.
Aksi Chanee Kalaweit memantau Kalimantan dari udara dilakukan seorang diri tanpa membawa penumpang. Keputusan tersebut diambil demi keamanan, mengingat kondisi udara dan jarak pandang yang terganggu akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.
Dalam melakukan patroli udara, Chanee Kalaweit juga mengandalkan alur sungai sebagai salah satu panduan navigasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena kabut asap membuat jarak pandang dari udara menjadi terbatas.
Chanee diketahui memiliki lisensi pilot dan selama ini menggunakan pesawat microlight pribadi untuk memantau kondisi hutan. Selain mengawasi pembalakan liar, penerbangan tersebut juga dimanfaatkan untuk memeriksa keberadaan titik api yang berpotensi mengancam kawasan konservasi.
Pemantauan dari udara menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mengetahui kondisi lapangan secara lebih luas. Dari ketinggian, titik-titik kebakaran dan kepulan asap dapat terlihat sehingga keberadaan api yang mendekati kawasan hutan dapat lebih cepat diketahui.
Chanee juga menyampaikan apresiasi kepada tim pemadam di darat dan warga desa yang masih berjuang menghadapi kebakaran. Perjuangan mereka menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan api yang muncul di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Sebelum kembali melakukan pemantauan pada 24 Agustus 2026, Chanee Kalaweit sempat mengaku mengalami kendala untuk menjalankan patroli udara. Kabut asap yang pekat membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas sehingga penerbangan tidak dapat dilakukan secara normal.
Ia disebut telah dua hari tidak dapat melakukan patroli akibat kondisi tersebut. Ketika kembali melakukan penerbangan, Chanee hanya dapat terbang pada ketinggian lebih dari 1000 kaki karena jarak pandang yang terganggu kabut asap.