- Instagram @chaneekalaweit
Penampakan Karhutla di Kalimantan Tengah Dibagikan Chanee Kalaweit
3. Kebakaran Besar Masih Aktif di Selatan Dulan
Pada potret ketiga dan keempat, terlihat penampakan titik api dengan asap yang membumbung tinggi. Lokasi kebakaran disebut berada sekitar 6 kilometer di sebelah selatan Dulan, tetapi berada di sisi lain Sungai Barito.
Chanee Kalaweit menyebut kebakaran tersebut masih sangat aktif. Meski demikian, berdasarkan keterangan yang dibagikan, lokasi kebakaran tidak mengancam kawasan konservasi Kalaweit sehingga area yang dilindungi masih berada dalam kondisi aman dari ancaman langsung api.
“6 km di selatan Dulan, tetapi di sisi lain Sungai Barito, kebakaran besar masih sangat aktif. Kebakaran tersebut tidak mengancam kawasan konservasi kami.”
Penampakan asap yang membumbung tinggi memperlihatkan bahwa kebakaran masih berlangsung cukup besar di lokasi tersebut. Kondisi ini tetap menjadi perhatian karena titik api yang berada di sekitar kawasan hutan perlu terus dipantau untuk mengantisipasi perubahan arah maupun penyebaran kebakaran.
4. Tim Gabungan Padamkan Api di Kecamatan Montallat
Potret kelima memperlihatkan aktivitas tim gabungan yang melakukan pemadaman kebakaran di Kecamatan Montallat. Sejumlah personel terlihat berada di lapangan untuk berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke wilayah di sekitarnya.
Asosiasi Kalaweit turut memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemadaman. Mereka disebut terus berjuang menghadapi kebakaran yang terjadi di lapangan, termasuk dalam kondisi asap yang cukup tebal.
“Terima kasih kepada semua teman-teman yang berjuang di lapangan untuk melawan api.”
Aktivitas pemadaman tersebut menunjukkan adanya penanganan langsung terhadap kebakaran di lapangan. Sementara itu, pemantauan dari udara tetap dilakukan untuk mengetahui kondisi titik api dan memastikan kebakaran tidak mengarah ke kawasan konservasi Kalaweit.
Chanee Kalaweit memang diketahui rutin membagikan hasil patroli udara untuk memantau kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Sebelumnya, pada Jumat, 21 Agustus 2026, ia kembali terbang seorang diri menggunakan pesawat ringan untuk memantau titik api di sekitar kawasan konservasi.
Dalam patroli tersebut, kondisi asap yang tebal membuat jarak pandang sangat terbatas. Chanee bahkan harus mengandalkan alur sungai sebagai panduan navigasi ketika melakukan pemantauan dari udara di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan.