news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Chanee Kalaweit dan Kondisi Karhutla Kalimantan Tengah.
Sumber :
  • Instagram @chaneekalaweit

Penampakan Karhutla di Kalimantan Tengah Dibagikan Chanee Kalaweit

Chanee Kalaweit bagikan penampakan Karhutla di Kalimantan Tengah. Asap tebal membuat jarak pandang di kawasan Kalaweit kurang dari 1 Km.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Chanee Kalaweit kembali membagikan penampakan Karhutla di Kalimantan Tengah melalui sejumlah potret yang menunjukkan kondisi kebakaran dari Dulan hingga Montallat. Pada 25 Agustus 2026, asap tebal bahkan membuat jarak pandang di kawasan Kalaweit kurang dari 1 kilometer, sementara sejumlah titik api masih terlihat dari udara.

4 Penampakan Karhutla yang Dibagikan Chanee Kalaweit

Chanee Kalaweit selama ini aktif melakukan pemantauan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli udara. Pada 25 Agustus 2026, Asosiasi Kalaweit kembali membagikan sejumlah potret kondisi Karhutla di Kalimantan Tengah, mulai dari kondisi jarak pandang akibat asap hingga aktivitas pemadaman oleh tim di lapangan.

Berikut sejumlah penampakan dan informasi mengenai Karhutla yang dibagikan melalui unggahan tersebut:

1. Jarak Pandang di Kalaweit Kurang dari 1 Km

Pada potret pertama, terlihat kondisi kawasan Kalaweit yang diselimuti asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan. Asap tersebut membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas pada 25 Agustus 2026, dengan visibilitas yang disebut berada kurang dari 1 kilometer.

Kondisi tersebut menunjukkan pekatnya asap yang berada di sekitar kawasan Kalaweit. Bagi aktivitas pemantauan melalui udara, jarak pandang yang terbatas tentu menjadi tantangan tersendiri karena kondisi di bawah pesawat tidak dapat terlihat secara maksimal.

2. Kebakaran 2 Km di Barat Hutan Dulan Berhasil Dikendalikan

Potret kedua memperlihatkan momen kebakaran yang terjadi pada 24 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan yang dibagikan, titik api tersebut terdeteksi melalui patroli udara menggunakan pesawat amfibi dan berada sekitar 2 kilometer di sebelah barat hutan Dulan.

Dalam keterangan unggahan, kebakaran tersebut kemudian berhasil dikendalikan pada hari berikutnya. Penanganan dilakukan berkat bantuan tim dari Desa Bintang Ninggi dan sejumlah pihak lainnya yang ikut berjuang di lapangan.

“Kemarin terjadi kebakaran (terdeteksi melalui patroli udara menggunakan pesawat amfibi) sekitar 2 km di barat hutan Dulan. Hari ini kebakaran tersebut sudah berhasil dikendalikan berkat tim dari Desa Bintang Ninggi dan lain-lain.”

Keberhasilan pengendalian kebakaran tersebut menjadi salah satu perkembangan positif dari pemantauan yang dilakukan. Deteksi melalui patroli udara memungkinkan keberadaan titik api diketahui, sebelum kemudian dilakukan penanganan oleh tim yang berada di lapangan.

3. Kebakaran Besar Masih Aktif di Selatan Dulan

Pada potret ketiga dan keempat, terlihat penampakan titik api dengan asap yang membumbung tinggi. Lokasi kebakaran disebut berada sekitar 6 kilometer di sebelah selatan Dulan, tetapi berada di sisi lain Sungai Barito.

Chanee Kalaweit menyebut kebakaran tersebut masih sangat aktif. Meski demikian, berdasarkan keterangan yang dibagikan, lokasi kebakaran tidak mengancam kawasan konservasi Kalaweit sehingga area yang dilindungi masih berada dalam kondisi aman dari ancaman langsung api.

“6 km di selatan Dulan, tetapi di sisi lain Sungai Barito, kebakaran besar masih sangat aktif. Kebakaran tersebut tidak mengancam kawasan konservasi kami.”

Penampakan asap yang membumbung tinggi memperlihatkan bahwa kebakaran masih berlangsung cukup besar di lokasi tersebut. Kondisi ini tetap menjadi perhatian karena titik api yang berada di sekitar kawasan hutan perlu terus dipantau untuk mengantisipasi perubahan arah maupun penyebaran kebakaran.

4. Tim Gabungan Padamkan Api di Kecamatan Montallat

Potret kelima memperlihatkan aktivitas tim gabungan yang melakukan pemadaman kebakaran di Kecamatan Montallat. Sejumlah personel terlihat berada di lapangan untuk berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke wilayah di sekitarnya.

Asosiasi Kalaweit turut memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemadaman. Mereka disebut terus berjuang menghadapi kebakaran yang terjadi di lapangan, termasuk dalam kondisi asap yang cukup tebal.

“Terima kasih kepada semua teman-teman yang berjuang di lapangan untuk melawan api.”

Aktivitas pemadaman tersebut menunjukkan adanya penanganan langsung terhadap kebakaran di lapangan. Sementara itu, pemantauan dari udara tetap dilakukan untuk mengetahui kondisi titik api dan memastikan kebakaran tidak mengarah ke kawasan konservasi Kalaweit.

Chanee Kalaweit memang diketahui rutin membagikan hasil patroli udara untuk memantau kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Sebelumnya, pada Jumat, 21 Agustus 2026, ia kembali terbang seorang diri menggunakan pesawat ringan untuk memantau titik api di sekitar kawasan konservasi.

Dalam patroli tersebut, kondisi asap yang tebal membuat jarak pandang sangat terbatas. Chanee bahkan harus mengandalkan alur sungai sebagai panduan navigasi ketika melakukan pemantauan dari udara di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan rekaman udara yang dibagikan dari sejumlah wilayah, termasuk Muara Teweh, Chanee juga pernah menyampaikan dugaan mengenai penyebab kebakaran. Ia menduga sejumlah kebakaran bukan merupakan fenomena alam, melainkan berkaitan dengan aktivitas yang disengaja untuk pembukaan atau pembersihan lahan.

Dugaan tersebut disampaikan berdasarkan pengamatan dan rekaman udara yang dibagikan Chanee. Sementara untuk memastikan penyebab kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab, tetap diperlukan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut dari pihak berwenang.

Unggahan Asosiasi Kalaweit pada 25 Agustus 2026 memperlihatkan kondisi Karhutla di sejumlah wilayah sekitar kawasan konservasi. Mulai dari jarak pandang yang kurang dari 1 kilometer, titik api yang masih aktif, hingga tim gabungan yang melakukan pemadaman menjadi bagian dari situasi yang terlihat dalam rangkaian potret tersebut.

Chanee Kalaweit melalui aktivitas patroli udara terus memantau kondisi kebakaran untuk memastikan api tidak mengancam kawasan konservasi. Sementara itu, tim di lapangan juga terus melakukan penanganan terhadap titik kebakaran yang ditemukan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:28
05:13
03:46
05:27
02:26
01:41

Viral