- Instagram @tamaradai
Lagi Ramai Adopsi Orang Utan Online di Kalimantan, Ternyata Begini Cara dan Manfaatnya
Untuk paket adopsi satu tahun, BOS Foundation memberikan empat kali pembaruan atau satu kali setiap tiga bulan. Sementara paket enam bulan mendapatkan dua kali pembaruan.
Artinya, program tersebut memungkinkan masyarakat ikut menyaksikan perjalanan seekor orang utan dari proses rehabilitasi hingga semakin dekat dengan kehidupan di habitat alaminya.
Cara Adopsi Orang Utan Secara Online di BOS Foundation
Bagi masyarakat yang tertarik ikut mendukung konservasi, proses adopsi dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi BOS Foundation.
Langkah umumnya sebagai berikut:
- Buka situs resmi BOS Foundation di orangutan.or.id.
- Pilih menu Adopsi.
- Pilih orang utan yang ingin didukung. Saat ini laman adopsi BOS Foundation menampilkan sejumlah individu seperti Bumi, Monita, Mema, Jelapat, Topan, serta Kopral dan teman-temannya.
- Baca profil dan kisah perjalanan orang utan yang dipilih.
- Pilih paket adopsi yang tersedia.
- Isi data yang diperlukan, termasuk alamat email aktif.
- Lanjutkan ke proses pembayaran sesuai petunjuk pada situs.
- Setelah proses selesai, paket adopsi akan dikirim melalui email.
BOS Foundation menyebut paket selamat datang dikirim melalui email dalam waktu hingga lima hari kerja setelah pesanan diterima.
Tujuan akhir dari program konservasi bukan membuat orang utan terus hidup bersama manusia.
Sebaliknya, rehabilitasi diarahkan agar orang utan yang memenuhi syarat dapat kembali hidup mandiri di alam liar.
Setelah menjalani proses panjang di pusat rehabilitasi, orang utan yang dianggap siap dapat dipindahkan ke lokasi pra-pelepasliaran sebelum akhirnya dikembalikan ke habitatnya.
BOS Foundation mengelola sejumlah lokasi pelepasliaran, termasuk Hutan Lindung Bukit Batikap dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kalimantan Tengah serta Hutan Kehje Sewen di Kalimantan Timur.
Perjalanan itu bukan sekadar teori. Pada Juni 2026, BOS Foundation bersama Kementerian Kehutanan, BKSDA Kalimantan Tengah dan pengelola Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya kembali melepasliarkan lima orang utan hasil rehabilitasi ke habitat alami mereka. Pelepasliaran tersebut menjadi yang ke-47 dari Nyaru Menteng.
(tsy)