- Tangkapan layar YouTube Uya Kuya TV
Habib Bahar bin Smith Tak Diam, Singgung Ormas di Jakarta yang Diduga Keroyok Warga: Mau Siapa pun Lawan Ana
Ia mendesak pihak kepolisian maupun aparat penegak hukum wajib menangkap para pelaku yang terlibat. Ia menyinggung ormas diduga menjadi pihak mengakibatkan warga babak belur dan meninggal dunia.
"Siapa pun ormas-ormasnya mau itu GRIB, BWI, atau siapa pun semua harus ditahan, tidak ada urusan," desak dia.
Menurut HBS, kemunculan ormas-ormas dinilai sangat aneh. Kehadiran mereka saat melawan rakyat sudah masuk kategori melampaui batas.
"Sampai mengadu domba rakyat seperti itu, benar-benar biadab. Mereka semena-mena terhadap rakyat," lanjutnya.
Habib Bahar Tidak Gentar Lawan Ormas
Lebih lanjut, Habib Bahar di tengah takziah ke rumah duka menyampaikan penegasannya. Ia mengaku tidak akan gentar menghadapi atau melawan ormas maupun premanisme lainnya yang melakukan aksi anarkis kepada rakyat.
"Heh, buat preman-preman itu semua, kumpulin mereka semua menjadi satu preman-preman, siapa pun yang berbuat kemungkaran, kumpulin semuanya. Kalian lawan ana (saya)," katanya.
"Hey biar kalian tahu, kelingking saya tidak akan gemetar menghadapi kalian semua preman biadab meski menjadi satu. Kelingking saya tidak akan gemetar, mau siapa pun, mau GRIB, mau BWI," tambahnya.
GRIB Jaya Bantah Terlibat Ketegangan di Jakarta
Sementara, ormas yang dipimpin Hercules bereaksi terkait pihaknya menuai gelombang perhatian keras dari publik. Sorotan itu tak lepas bahwa GRIB Jaya diduga terlibat dalam kerusuhan setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Bantahan itu menyusul setelah sejumlah video beredar di media sosial. Rekaman pertama menunjukkan sekelompok orang turun dari beberapa mobil hingga truk di kawasan Tol Slipi, Jakarta Barat.
Rombongan orang mengenakan ikat kepala berwarna putih sambil diduga membawa benda seperti kayu panjang. Selain itu, sebuah rekaman menunjukkan perekam video diduga menyebut Hercules turun tangan langsung.
Kuasa hukum ormas GRIB Jaya, Wilson Colling justru meluruskan kabar yang beredar di media sosial. Ia membantah pihaknya terlibat dalam kerusuhan.
Wilson juga menepis tudingan yang menyebutkan Hercules memberikan perintah kepada anggotanya. Pria kelahiran asal Timor Leste itu justru meminta para anak buahnya tidak turun ke lokasi aksi.