news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Potongan video viral Kebaya Hitam 22 Menit ternyata cuma edit looping.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Setelah 'Kasir Minimarket', Kini Viral Video 'Kebaya Hitam' 22 Menit, Praktisi Siber Ingatkan Jebakan Phishing Pembobol Rekening

Tak lama setelah video Kasir Minimarket viral, kini muncul kata kunci Kebaya Hitam yang memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial mulai dari
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:19 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Tak lama setelah video Kasir Minimarket viral, kini muncul kata kunci Kebaya Hitam yang memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial mulai dari TikTok, X (Twitter), hingga grup percakapan Telegram.

Publik dihebohkan dengan klaim keberadaan video berdurasi panjang 22 menit 36 detik yang diburu warganet.

Namun, hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim video utuh berdurasi panjang tersebut adalah hoaks.

Potongan video viral Kebaya Hitam 22 Menit ternyata cuma edit looping
Sumber :
  • Tangkapan layar

Rekaman yang beredar hanyalah potongan klip pendek yang digabungkan dan diputar secara berulang-ulang (looping) demi memanipulasi durasi tayangan.

Fenomena kepo massal ini kemudian dimanfaatkan oleh oknum peretas tak bertanggung jawab sebagai sarana kejahatan siber (phishing).

Modus Looping dan Jebakan Tautan Palsu

Materi video yang beredar menampilkan seorang perempuan mengenakan kebaya hitam di dalam ruangan berlampu redup.

Hingga kini, baik identitas perempuan maupun lokasi pengambilan gambar belum terverifikasi secara resmi.

Manipulasi durasi sengaja diciptakan untuk memicu rasa penasaran warganet.

Saat warganet mencari tautan versi penuh, akun-akun bodong mulai bermunculan menyebarkan tautan berumpan narasi seperti “Link Video Full Kebaya Hitam Tanpa Sensor”.

Praktisi Keamanan Siber Muhammad Bella Buay Nunyai menegaskan bahwa fenomena pengulangan pola ini merupakan teknik social engineering (rekayasa sosial) klasik yang sangat berbahaya.

"Ketika sebuah isu viral, pelaku memanfaatkan momentum tersebut dengan membuat narasi penarik klik menuju tautan jebakan. Yang paling berbahaya bukan sekadar mengeklik, melainkan ketika korban terkecoh mengikuti instruksi di halaman tersebut seperti memasukkan username, password, nomor rekening, hingga kode OTP perbankan," ungkap Muhammad Bella kepada tvOnenews.com.

Ia menambahkan, dampak fatal bakal menimpa warganet jika mereka terperangkap pada situs tiruan buatan peretas.

"Dampaknya sangat bergantung pada tindakan korban selanjutnya. Jika korban terpedaya memasukkan data pribadi, username, password, hingga kode OTP perbankan atau PIN di halaman palsu tersebut, maka seluruh akses akun hingga rekening bisa dibobol," tegasnya.

Panduan Proteksi Diri dari Serangan Siber

Guna mengantisipasi jatuhnya korban dari jebakan tautan viral bernarasi provokatif, praktisi siber mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah proteksi ketat:

  • Abaikan Tautan Mencurigakan: Jangan pernah mengklik tautan tidak dikenal yang beredar di media sosial dengan dalih "video viral" atau "full version".

  • Aktifkan Autentikasi Dua Langkah: Gunakan fitur Two-Factor Authentication (2FA/MFA) pada seluruh akun media sosial, surel, hingga aplikasi perbankan digital.

  • Jaga Kerahasiaan Data Sensitif: Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, maupun password kepada siapa pun dalam kondisi apa pun. 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral