- Instagram @kajianmenikah
Gagal Bayar Utang hingga Rumahnya Dilelang Bank, Ibu di Pejaten Ngamuk ke Pemenang
tvOnenews.com - Seorang ibu di Pejaten Barat, Jakarta Selatan terlihat mengamuk di depan rumahnya yang kini telah dihuni oleh pemenang lelang dari bank.
Sebelumnya, perempuan tersebut mengaku tidak terima ketika rumahnya dilelang oleh bank setelah diduga terlambat dalam melakukan pembayaran utang.
Viral di media sosial sekumpulan ibu-ibu yang lokasinya diketahui di Jalan Samali Ujung RT 011 RW 004, Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu menggeruduk sebuah rumah.
Mengutip dari @kajianmenikah, aksi para ibu ini merupakan tindakan solidaritas kepada salah seorang kerabatnya yang rumahnya dilelang bank akibat gagal bayar utang.
Lebih jauh, pemenang lelang dari bank tersebut saat ini telah merenovasi rumah yang telah dibelinya. Itulah yang buat ibu-ibu langsung mendatangi hunian tersebut.
Tampak rombong ibu-ibu datang sambil menyanyikan Shalawat Ashygil. Mereka juga menutupi kepala dengan payung untuk meminimalisir cuaca terik siang hari.
- Instagram @kajianmenikah
Namun ada satu fenomena menarik dalam aksi para ibu tersebut yaitu seseorang yang terlihat begitu histeris bahkan sampai berteriak-teriak ke arah rumah.
Ibu tersebut diketahui merupakan pemilik rumah sebelumnya yang terpaksa harus dilelang bank lantaran gagal bayar utang yang telah jatuh tempo.
Bukan cuma berteriak-teriak, perempuan berhijab itu juga menaiki pagar, memanggil nama pemenang lelang hingga merusak pagar fiber rumah tadi.
Kedatangan rombongan ibu-ibu ini sebetulnya telah diketahui warga sekitar. Ketua RT pun mengetahui adanya penolakan dari pemilik lama.
Padahal, putusan pengadilan telah memenangkan pihak bank, bahkan rumah di Jalan Samali tersebut sudah dibalik nama oleh pembeli lelang.
Saat diwawancarai pemilik lama, ia mengaku jika pihak bank tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ketika itu, ia datang bersama pengacara.
“Ketika kami di eksekusi, H+1 kami langsung ke bank ingin menyelesaikan masalah ini. Kami minta satu dokumen pun di bank nggak pernah di kasih,“ kata pemilik lama.
“Akhirnya di puncak kemarahan saya, saya datang ke bank bersama tetangga saya yang kebetulan pengacara yang baik hati membantu saya,“ lanjutnya.