- dpd.go.id
Kontroversi Arya Wedakarna Sebelum Hadiri Kontes Transgender, Sempat Disorot Keras gara-gara Kasus Penjahit Bali
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPD RI perwakilan Bali atau senator, Arya Wedakarna kembali menggegerkan publik. Kontroversi kali ini mencuat lantaran menghadiri kontes transgender Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand.
Awal mula kontroversi ini mencuat lantaran Arya Wedakarna mengunggah foto dan video dirinya saat menghadiri acara transgender internasional itu. Kehadirannya memicu gelombang kritik dan amarah publik.
Polemik tersebut tidak hanya menyeret Arya Wedakarna. Seorang prajurit TNI yang disebut ajudan senator asal Bali tersebut juga menuai sorotan publik.
Kontroversi ini membuat nama Arya Wedakarna terus menjadi perhatian publik. Pasalnya, pria yang disapa AWK itu juga sempat menuai sorotan keras pada Agustus 2026.
Arya Wedakarna dalam Kasus Penjahit di Bali
- TikTok/@aryawedakarnasuyasa
Dilihat tvOnenews.com dari video yang beredar di media sosial, Jumat (4/9/2026), Arya Wedakarna tampak menghadiri sidang mediasi antara Ni Made Tiadnyani alias Bu Sintya, penjahit Sintya Tailor di Badung, Bali dan perempuan asal Lombok, Hilda.
Adapun sidang mediasi mengenai kasus dugaan rasisme pada Juli 2026 berlangsung di Polsek Abiansemal pada Minggu (19/7/2026). Di momen itu, mulanya Hilda bertanya alasan Bu Sintya marah.
"Si ibu kenapa emosi gitu?," tanya Hilda.
Dalam rekaman video viral itu, AWK lebih cenderung melontarkan nada bica dengan tegas kepada Hilda daripada perlakuan ke pihak penjahit. Senator tersebut terus memberikan sejumlah pertanyaan yang menyinggung dampak laporan polisi dari perempuan asal Lombok itu berlanjut.
Menurut AWK, laporan itu tidak hanya membuat Bu Sintya mendekam di penjara, tetapi juga dapat menyebabkan usaha jahit Sintya Tailor tutup. Selain itu, laporan polisi tersebut juga berdampak pada nasib keluarga Bu Sintya.
"Terus udah terjadi gimana? Sekarang mau diapain ibu ini di depan saya? Emang ibunya salah? Maunya gimana, emang mau ditutup? Si bapak ibu ini sama-sama penjahit lho, anaknya masih sekolah. Kalau ditutup, mau enggak kasih makan?," ujar Arya Wedakarna.
AWK Ingatkan UU ITE
Dalam kesempatan itu, AWK memberikan peringatan terkait penyebaran rekaman video saat percekcokan hingga dugaan rasisme tanpa izin berujung viral di media sosial. Tindakan tersebut bisa menyebabkan Hilda dilaporkan atas pelanggaran Undang-Undang (UU) ITE.