- dpd.go.id
Kontroversi Arya Wedakarna Sebelum Hadiri Kontes Transgender, Sempat Disorot Keras gara-gara Kasus Penjahit Bali
"Pihak keluarga punya hak buat balik melaporkan kamu. Kalau pihak keluarga merasa repot, kalau misal pihak keluarga melaporkan UU ITE boleh. Walaupun sudah damai tapi pihak keluarga punya hak buat melaporkan kamu karena kamu sudah nyebarin video orang," terang AWK.
Arya tak membantah bahwa ucapan Bu Sintya telah salah. Selain menyinggung perasaan perempuan asal Lombok itu, penjahit tersebut juga telah melontarkan ucapan dugaan rasisme terhadap suku lain.
Suasana sidang mediasi ini menuai reaksi keras lantaran dinilai tidak sepenuhnya netral. Seharusnya tokoh publik memberikan ruang setara untuk kedua pihak.
Publik menilai adanya dugaan intimidasi yang diperlihatkan AWK. Hal ini mengundang gelombang kecaman keras, salah satunya dari anggota DPD perwakilab Bali lainnya, Ni Luh Djelantik.
Arya Wedakarna Minta Maaf & Temui Senator NTB
Rekaman adanya dugaan intimidasi tersebut mendorong Arya Wedakarna menyampaikan permintaan maafnya. Ia juga mengklarifikasi bahwa dirinya telah menemui 3-4 senator asal NTB di Gedung DPD RI.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk meluruskan polemik serta menegaskan bahwa tidak ada niat sengaja melakukan dugaan intimidasi terhadap perempuan asal Lombok tersebut dan membela penjahit asal Badung, Bali.
Penjelasan Arya Wedakarna soal Hadir di Kontes Transgender Internasional
- Instagram/@aryawedakarna
Pada awal September 2026, Arya Wedakarna lagi-lagi memicu gelombang amarah publik. AWK tampak menghadiri acara Miss Equality World 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, dari 22-30 Agustus 2026.
Acara berbasis internasional tersebut mengangkat isu transgender, kesetaraan, dan inklusi. Arya pun buka suara terkait kontroversi dirinya menghadiri kontens transgender itu.
Ia menjelaskan, dirinya menghadiri acara tersebut berdasarkan undangan dari sebuah komite, MS Organization. Anggotanya diisi oleh para pengusaha dari berbagai latar belakang.
Komite tersebut pernah melakukan audiensi kepadanya di Bali. Hal ini mendorong dirinya menghadiri acara yang digelar di Thailand tersebut selama tiga hari.
"Rangkaiannya cukup banyak, ada diskusi, ada kuliner, ada pameran, kemudian ada juga pertemuan-pertemuan dari lintas latar belakang pengusaha. Tentu kami mendapatkan undangan untuk meluncurkan satu video tentang pariwisata Bali, yang khususnya adalah pariwisata Bali Barat," jelasnya.