- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Bukan Sekadar Anabul, Mengapa Generasi Muda Makin Selektif Memilih Makanan untuk Kucing?
tvOnenews.com - Memelihara kucing kini bukan sekadar soal menyediakan makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bagi sebagian generasi muda, kehadiran hewan peliharaan telah berkembang menjadi bagian dari keseharian, bahkan identitas dan lifestyle.
Kucing bukan hanya hewan yang tinggal di rumah, tetapi juga teman, sumber hiburan, sekaligus bagian dari rutinitas pemiliknya.
Perubahan tersebut ikut memengaruhi cara konsumen memilih produk untuk hewan. Faktor seperti kandungan nutrisi dan kebutuhan kesehatan tetap penting, tetapi keputusan pembelian dapat bersinggungan dengan pengalaman menggunakan produk, kemudahan memperoleh informasi, hingga bagaimana sebuah brand berkomunikasi dengan pemilik hewan.
Dengan kata lain, hubungan antara manusia dan hewan peliharaan turut mengubah ekspektasi terhadap industri pet care.
Fenomena itu terlihat dalam survei JakPat pada Maret 2026. Dari 647 responden yang memiliki hewan peliharaan, 75 persen memilih kucing sebagai hewan yang dipelihara.
Alasan terbesar memiliki hewan peliharaan adalah untuk mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati, dipilih oleh 63 persen responden. Sebanyak 62 persen lainnya menyebut keinginan memiliki teman di rumah. Responden survei terdiri dari 51 persen milenial, 37 persen Gen Z, dan 12 persen Gen X.
Ketika Kucing Menjadi Bagian dari Lifestyle
Meningkatnya kedekatan emosional dengan hewan membuat konsep pet ownership perlahan bergeser. Pemilik tidak lagi hanya melihat hewan sebagai sesuatu yang perlu diberi makan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Laporan TGM Research mengenai tren pet ownership di Indonesia 2026 menunjukkan bahwa sebagian pemilik semakin melihat hewan peliharaan sebagai anggota keluarga dan pendamping emosional. Laporan tersebut juga mencatat kecenderungan pemilik meningkatkan pengeluaran untuk berbagai produk dan layanan yang berkaitan dengan hewan peliharaan.
Perubahan ini penting karena memengaruhi cara konsumen memandang kebutuhan hewan. Makanan, misalnya, tidak semata-mata dipilih berdasarkan harga. Kandungan nutrisi, manfaat fungsional, kebutuhan berdasarkan usia atau kondisi hewan, serta kepercayaan terhadap merek dapat menjadi pertimbangan.
Di sisi lain, generasi muda juga hidup dalam lingkungan yang sangat visual. Produk yang mereka temui di toko maupun platform digital tidak berdiri sendiri. Kemasan, logo, warna, komunikasi media sosial, hingga cara brand membangun komunitas ikut membentuk persepsi.
Namun, tampilan tetap bukan pengganti kualitas. Bagi pemilik hewan, desain yang menarik seharusnya berjalan bersama informasi yang jelas mengenai komposisi, manfaat, cara pemberian, dan kesesuaian produk dengan kebutuhan kucing.
Dari Nutrisi ke Identitas, Apa yang Dicari Cat Parent?
Perubahan perilaku konsumen tersebut membuat industri pet food menghadapi tantangan yang berbeda. Brand tidak cukup hanya menjelaskan bahwa produknya memiliki kandungan tertentu. Mereka juga perlu menyampaikan informasi dengan cara yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan pemilik hewan.
Dalam konteks makanan kucing, edukasi mengenai nutrisi menjadi semakin penting. Pemilik perlu memahami bahwa kebutuhan setiap kucing dapat berbeda berdasarkan usia, berat badan, aktivitas, ras, dan kondisi kesehatan. Karena itu, klaim mengenai manfaat suatu produk sebaiknya tidak diterima hanya berdasarkan tampilan kemasan, tetapi juga diperiksa melalui informasi nutrisi dan rekomendasi yang sesuai.
TGM Research juga mencatat bahwa pemilik hewan di Indonesia semakin memperhatikan kualitas, keseimbangan nutrisi, dan transparansi bahan ketika memilih makanan. Lebih dari 60 persen pemilik dalam laporan tersebut memberikan kombinasi makanan kering dan basah kepada kucing, sementara 32 persen membeli makanan hewan setiap minggu.
Artinya, keputusan membeli pet food semakin berhubungan dengan rutinitas. Konsumen membutuhkan produk yang dapat masuk ke dalam pola perawatan sehari-hari, tetapi pada saat yang sama tetap mudah dipahami dan dipercaya.
Di sinilah identitas brand memperoleh peran. Bagi konsumen muda, sebuah produk dapat terasa lebih dekat ketika bahasa, visual, dan pengalaman yang ditawarkan sesuai dengan karakter mereka. Namun, relevansi tersebut tetap perlu ditopang oleh kualitas produk dan informasi yang bertanggung jawab.
Karakter Cat Parent Muda
Perubahan karakter konsumen inilah yang kemudian menjadi konteks bagi langkah Me-O Gold di Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 yang memperkenalkan rejuvenation packaging, dengan tampilan visual yang lebih modern, unik, dan eye-catching.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya mengikuti perkembangan karakter konsumen. “Rejuvenation merupakan bentuk evolusi brand untuk menjawab perubahan karakter dan preferensi generasi cat parent masa kini,” ujar Dwi Mayasari, Brand Manager dari Perfect Companion Indonesia.
Meski tampilan diperbarui, perusahaan menyatakan perubahan tersebut tidak mengubah formula maupun varian yang sudah tersedia. Positioning sebagai produk premium juga tetap dipertahankan. Dua varian yang disorot antara lain Fit & Firm dan Persian. Fit & Firm ditujukan untuk membantu menjaga berat badan ideal dan mendukung kesehatan kulit, bulu, serta sistem imun. Sementara Persian dirancang untuk kebutuhan kucing ras berbulu panjang, dengan perhatian pada kesehatan kulit dan bulu, pengelolaan hairball, serta kesehatan gigi.
Pengunjung IIPE 2026 dapat melihat kemasan baru tersebut melalui product showcase di booth Perfect Companion Group. “Kami ingin menghadirkan visual yang lebih fresh dan distinctive tanpa meninggalkan positioning premium yang telah menjadi bagian dari Me-O Gold,” ujar Maya.
Pada akhirnya, perubahan kemasan bukan sekadar soal mengganti tampilan produk. Langkah tersebut mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam industri pet care: ketika hubungan manusia dengan hewan semakin personal, ekspektasi terhadap produk dan brand juga ikut berkembang.
Bagi generasi cat parent baru, produk pet food tetap harus menjawab kebutuhan nutrisi kucing. Namun, cara sebuah brand menyampaikan nilai, membangun identitas, dan berkomunikasi dengan pemilik hewan juga semakin menentukan bagaimana produk tersebut diterima.
Karena itu, masa depan industri pet care kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki produk dengan formula tertentu, tetapi juga oleh siapa yang mampu memahami perubahan cara manusia merawat dan hidup berdampingan dengan hewan peliharaannya. (udn)