- Istimewa
Bikin Haru! Video Call Terakhir ASN Korban Penembakan KKB Viral, Sempat Kabari Ayah usai Lolos Seleksi CPNS
Terbaru, rekaman yang menggemparkan publik berasal dari sebuah VC diduga anggota KKB dengan orang tua Wili Mbuik viral di media sosial. Hal itu terjadi setelah HP milik korban diambil kelompok tersebut.
Dalam rekaman yang beredar, ayah mendiang Wili meluapkan kekecewaannya. Sambil dengan nada marah, ia mempertanyakan alasan putrinya ditembak oleh KKB.
"Yo, nanti akan ada orang yang mencari kau. Silakan, perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan sama Tuhan di surga. Anak saya ada masalah apa kau bunuh, kau tembak ha?," kesal ayah Wili.
Terduga pelaku yang diduga berasal dari KKB tersebut hanya memberikan respons tertawa. Situasi ini membuat emosi ayah Wili semakin menggelora.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa penembakan ini menyasar tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Mereka bernama Aprida Rafi (Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya), Alfonsius Albinus Mehan (Dokter hewan Dinkes Jayawijaya), dan Wili Mbuik (CPNS).
Awal mula peristiwa penembakan tersebut terjadi saat tiga korban terdiri dari dua wanita dan satu pria berangkat dari Wamena. Mereka sedang menuju Distrik Muliama, Jayawijaya untuk menjalani tugas peninjauan kegiatan cetak sawah.
Selain itu, tiga orang dalam 11 orang rombongan tersebut juga membagikan bantuan pangan berupa bibit dan anakan babi untuk masyarakat. Dalam perjalanan kembali menuju Wamena, mereka dipisahkan dengan delapan orang lainnya.
Pemisahan tersebut tak lepas bahwa rombongan telah dihadang oleh kelompok bersenjata. Ketiga orang itu pun menjadi sasaran peristiwa penembakan diduga oleh KKB.
Wili Mbuik mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan. Ia meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD Wamena meskipun sebelumnya sudah mendapat penanganan medis.
Korban bernama Aprida mengalami luka tembak di bagian perut. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara, korban bernama Alfnsoius mengalami luka tembak di bagian kepala belakang serta tangan kiri. Ia juga dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Polisi pun terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 sudah mengantongi identitas dan ciri-ciri pelaku usai mendapat keterangan dari saksi dan penemuan selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter.