- YouTube Viu Indonesia
5 Rekomendasi Film Horor Korea Menegangkan, Cocok Temani Malam Minggu di Rumah
tvOnenews.com - Malam Minggu di rumah bisa terasa lebih seru dengan menonton Film Horor Korea yang menegangkan. Ada sejumlah film dengan cerita penuh misteri, teror supernatural, hingga ritual gaib yang dapat menjadi pilihan tontonan untuk menguji nyali.
Film Horor Korea dikenal memiliki beragam cerita yang tidak hanya mengandalkan kemunculan hantu, tetapi juga mengangkat sisi psikologis dan kepercayaan supernatural. Beberapa judul terbaru bahkan menghadirkan premis unik yang membuat penonton terus dibuat penasaran.
Jika mencari tontonan untuk Malam Minggu, lima Film Horor berikut bisa masuk dalam daftar pilihan. Ceritanya beragam, mulai dari aplikasi misterius yang mengabulkan keinginan hingga ritual eksorsisme dan pembongkaran makam terlarang.
1. If Wishes Could Kill
Film Horor Korea - If Wishes Could Kill. (Sumber: YouTube Netflix K-content)
If Wishes Could Kill menjadi salah satu Film Horor Korea terbaru yang menawarkan perpaduan horor psikologis dan kisah remaja. Film ini berpusat pada sebuah aplikasi misterius bernama Girigo yang dapat mengabulkan keinginan terdalam para siswa SMA secara instan.
Namun, setiap keinginan yang terwujud ternyata memiliki konsekuensi mengerikan. Penggunanya harus membayar dengan nyawa dalam hitungan mundur 24 jam.
Situasi tersebut membuat para siswa terjebak dalam paranoia. Mereka bahkan dihadapkan pada pilihan ekstrem untuk saling membunuh demi menyelamatkan diri sendiri.
Film yang dibintangi Lee Min-jae dan Kim Do-hoon ini memiliki durasi sekitar 1 jam 45 menit dan dapat disaksikan melalui Netflix.
2. Revelations
Film Horor Korea - Revelations. (Sumber: YouTube Netflix)
Bagi pencinta Film Horor dengan unsur occult, Revelations bisa menjadi pilihan untuk menemani Malam Minggu. Film rilisan 2025 ini digarap Yeon Sang-ho, sutradara yang dikenal melalui film Train to Busan.
Cerita berpusat pada seorang pendeta yang mendirikan gereja di sebuah kota kecil. Suatu hari, ia mendapat penglihatan ilahi yang menyebut seorang pria baru di kota tersebut sebagai pelaku pembunuhan berantai.
Pendeta tersebut kemudian percaya bahwa dirinya memiliki tugas untuk menghukum pria itu. Keyakinannya perlahan membawanya pada tindakan main hakim sendiri yang semakin berbahaya.