- Threads/@dr.teguhspdve
Demi Pasien Tetap Berobat, Asisten Pakai Nama Dokter Kulit yang Sudah 1 Tahun Meninggal dan Tetap Buka Praktik
tvOnenews.com - Media sosial Threads dihebohkan dengan sebuah kasus pelanggaran etika dan hukum yang sangat mencengangkan di bidang kesehatan masyarakat.
Sebuah modus praktik dokter kulit terbongkar setelah diketahui, bahwa seorang asisten nekat menggunakan nama dokter yang telah lama meninggal dunia demi menjaga, agar pasien tetap berobat ke tempat tersebut dan pemasukan klinik tetap berjalan.
Kasus yang sangat tidak lazim dan membahayakan ini sontak memicu perbincangan hangat, kritik tajam, serta rasa geram yang mendalam dari warganet dan kalangan tenaga medis profesional.
Sebab, dinilai sangat mengancam keselamatan pasien serta mencederai kepercayaan publik terhadap institusi layanan kesehatan.
Isu mengejutkan ini pertama kali mencuat dan diviralkan oleh dr Teguh Priyanto Sp.KK (Sp.DVE), melalui akun media sosial Threads miliknya @dr.teguhspdve.
Dalam unggahan tersebut, dr Teguh membeberkan kronologi bagaimana modus licik ini dijalankan oleh oknum di tempat praktik.
Menurut unggahanyya, ketika pasien datang untuk berobat dan mencari sang dokter senior, asisten tersebut dengan sengaja memberikan keterangan palsu bahwa sang dokter sedang sakit dan belum bisa melayani secara langsung.
Oknum asisten itu kemudian berinisiatif memfoto kondisi kulit pasien, berpura-pura mengirimkannya kepada sang dokter, lalu memberikan obat atau salep racikan kepada pasien, sementara seluruh pembayaran ditarik langsung oleh asisten tersebut.
Dokter senior yang dicatut namanya diketahui merupakan almarhum dr Agus Sukamto, Sp.KK, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin yang sangat dihormati.
"Ada modus, seorang dokter kulit senior sudah meninggal, pasien-pasiennya pada tidak tahu.Banyak pasien yg tetep masih mau periksa, ketemu asistennya (bukan dokter), asistennya bilang 'dokternya masih sakit, saya fotokan kondisi kulitnya terus saya kirim ke dokternya, nanti ibu atau bapak dapet obatnya ya, bayarnya ke saya," tulis dr Teguh dalam unggahannya di Thread, dikutip Senin (21/9/2026).
- Threads/@dr.teguhspdve
Lebih lanjut, dr Teguh mengaku merasa sangat heran sekaligus terkejut mengapa masih banyak pasien yang berobat ke tempat praktik itu tanpa mengetahui bahwa sang dokter sebenarnya telah berpulang sejak 1 tahun lalu, tepatnya pada bulan Juni 2025.