news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Prilly Latuconsina.
Sumber :
  • Instagram/@prillylatuconsina96

Semakin Resah, Prilly Latuconsina Minta Masyarakat Tak Takut Bersuara Lawan Kekerasan Seksual Anak

Aktris Prilly Latuconsina mengajak masyarakat terus berani bersuara dan melawan maraknya tindakan kekerasan seksual maupun pelecehan seksual terhadap anak.
Selasa, 22 September 2026 - 06:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Aktris Prilly Latuconsina kembali menyoroti saat ini maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak. Situasi ini membuat dirinya mengajak masyarakat lebih berani bersuara.

Prilly Latuconsina juga mengajak agar masyarakat memberikan respons yang tepat dan cepat. Tak sedikit dari mereka mengetahui kasus kekerasan seksual terhadap anak namun lebih memilih diam dan menanggap sebagai isu.

Prilly Latuconsina justru berterima kasih kepada media dan publik. Pemberitaan maupun informasi mengenai kekerasan seksual terhadap anak sebenarnya sudah banyak.

Kata dia, tidak sedikit masyarakat kadang-kadang masih bingung. Mereja kerap diambang kebingungan terkait tindakan yang harus dilakukan setelah mengetahui adanya kasus itu di lingkungannya.

"Bukan enggak ada media yang meliput, informasinya sebenarnya sudah banyak. Kalau kita lihat lagi, ada budaya diam di beberapa lingkungan. Ketika orang membaca beritanya, mereka bingung harus berbuat apa, sehingga akhirnya dibiarkan begitu saja," ujar Prilly Latuconsina di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Kata Prilly Latuconsina soal Isu Kekerasan Seksual Anak Masih Tabu

Prilly melihat masih banyak orang cenderung menghindari pembahasan. Mereka lebih memilih diam saat terpapar informasi yang bersifat tidak nyaman, sensitif.

Ia mencontohkan, isu seperti kekerasan seksual terhadap anak masih sangat dianggap tabu. Pada akhirnya, banyak orang lebih menghindar dengan alasan terdapat budaya yang tidak begitu nyaman dalam membahas hal tersebut.

"Mungkin karena isunya tabu, kita berada di budaya yang tidak terlalu nyaman untuk membicarakan hal-hal seperti itu. Jadi ketika terpapar berita yang enggak nyaman, biasanya kita menghindar," terangnya.

Di sisi lain, kata Prilly, anak-anak sendiri masih belum mempunyai kemampuan lebih. Mereka terkhusus anak perempuan membutuhkan perlindungan terhadap diri mereka sendiri.

Prilly menuturkan, kondisi ini tentu membuat anak-anak membutuhkan respons nyata dari masyarakat, terutama orang tua hingga keluarganya.

"Padahal harus ada aksi nyata ketika membaca berita tentang anak kecil yang tidak punya kontrol diri untuk melindungi diri mereka sendiri," jelasnya.

Ia juga memberikan sorotan penting terkait pemberitaan kasus kekerasan terhadap anak. Biasanya isu ini kerap menyita perhatian publik hanya dalam kurun waktu tertentu saat viral di media sosial.

"Viral satu-dua hari, habis itu enggak ada penanganan yang tepat, dan kita bingung sebenarnya harus bersikap seperti apa sebagai orang dewasa," ucapnya.

Prilly sebeluumnya sempat menumpahkan keresahannya terkait maraknya kasus pelecehan dan tindak kekerasan seksual di pesantren. Emosinya meluap saat menjadi pengisi suara Zia, salah satu korban pelecehan di pesantren dalam sebuah film.

Menurut Prilly, kasus seperti ini tidak boleh terjadi ddi lingkungan pesantren. Tempat tersebut dinilai seharusnya menjadi ruang sangat aman bagi anak-anak.

"Pesantren seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar agama dan berlindung, tapi ternyata ada kejadian sekeji ini," katanya.

Prilly berpendapat bahwa keberanian korban sangat dibutuhkan untuk membuka gerbang harapan bagi korban lain agar tidak berlarut-larut bungkam.

"Kalian berhak didengar, berhak dipercaya, dan berhak untuk dilindungi," tukasnya.

(ant/hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:47
08:29
12:12
02:02
01:31
05:08

Viral