- Kolase tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya & Instagram/Malut United
Viral Dirtek Java United Diduga Ucapkan Rasialis ke Pelatih Persija Jakarta, Sebut Shin Tae-yong 'Pendatang'
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video menunjukkan dugaan Direktur Teknik (Dirtek) Java United, Achmad Resal Octavian diduga melakukan aksi rasialis kepada pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong viral di media sosial.
Resal mengucapkan aksi tidak terpuji tersebut terjadi di tengah pertandingan pekan ke-3 Super League 2026 antara Persija Jakarta kontra Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Sabtu (19/9/2026).
Dalam rekaman video yang viral di media sosial, laga Persija Jakarta menjamu Java United masih berlangsung. Di tengah itu, Achmad Resal mendekati area bangku cadangan Persija Jakarta.
Ironisnya, Dirtek Java United tersebut diduga melontarkan ucapan rasis kepada Shin Tae-yong. Dirtek Java United tersebut menyebut pelatih Persija Jakarta sebagai sosok pendatang.
"Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya," ucap Resal yang terdengar dalam video viral itu dikutip tvOnenews.com, Selasa (22/9/2026).
- Instagram @malutunitedfc/@futboll.indonesiaa
Nada ucapan yang menggema di dekat area bench pemain Persija Jakarta tersebut dinilai mengandung xenofobik oleh beberapa pihak. Adapun konteks lengkap percakapan dan penyebab Resal menyebut STY pendatang masih belum diketahui.
Dalam video yang beredar, pihak keamanan tampak langsung coba melerai situasi ketegangan kedua belah pihak. Hingga kini, manajemen Java United dan Persija Jakarta belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian dalam video viral itu.
Di sisi lain, ketegangan tersebut menuai reaksi dari Diky Soemarno, mantan Ketua Umum suporter Persija Jakarta, the Jakmania. Diky menyayangkan atas ucapan yang dilontarkan pihak tim lawan.
"Oi Java United. Udah merasa jagoan banget ya di Indonesia?," tulis Diky Soemarno melalui Instagram Story pribadinya, Senin (21/9/2026).
"Di sini respect. Di Tunnel?," tambah Diky.
Diky mengaku bahwa dugaan ucapan rasial itu baru didengar olehnya setelah terdapat rekaman video yang viral di media sosial. Ia memaklumi bahwa tensi pertandingan kedua tim sangat tinggi.
"Gue malah baru lihat ada yang berdebat dan bilang 'kamu pendatang di sini'. Tensi pertandingan memang tinggi. Adu argumen di pinggir lapangan juga biasa," terangnya.
Menurut Diky, ucapan tersebut tidak patut keluar dari ofisial tim. Penyebutan Shin Tae-yong sebagai sosok pendatang dinilai sangat tak etis dilakukan oleh Direktur Teknik sebuah klub sepak bola.
"Kalimat 'kamu pendatang di sini' yang ditujukan kepada Coach STY jelas tidak pantas. Kalau mau berdebat, yang pintar sedikit. Bahas tentang sepak bolanya, jangan bawa asal negara seseorang untuk merendahkan atau merasa paling berhak berada di sini," jelasnya.
Bagi Diky, setiap pelatih yang bekerja di Indonesia tetap harus dihormati. Mereka juga mempunyai hak sama untuk mendapat perlakuan semestinya.
"Coach STY memang bukan orang Indonesia. Selama bekerja di negeri ini, dia tetap harus diperlakukan dengan hormat. Panasnya pertandingan tidak pernah bisa menjadi alasan untuk bersikap xenofobik," tegasnya.
Sebagai informasi, Resal sendiri lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 6 Oktober 1993. Ia pernah menjalani pembinaan SAD Indonesia di Uruguay.
Resal kemudianberkarier sebagai pemain sepak bola. Berdasarkan data Transfermarkt, ia tercatat pernah menjadi penggawa di PSIS Semarang.
Selepas berkarier sebagai pemain, Resal Octavian memilih beralih ke dunia kepelatihan. Ia pun pernah menjadi bagian dari staf PSIS Semarang dan dipercaya sebagai pelatih caretaker pada 2022.
Perjalanan Achmad Resal berlanjut ke Malut United. Pada 2023, ia menjadi asisten pelatih dalam jajaran staf bersama Imran Nahumarury.
Kariernya semakin melesat saat ini. Ia dipercaya menjabat di posisi sebagai Direktur Teknik Java United FC pada Super League musim 2026/2027.
(hap)