- tvOnenews.com Edit / TikTok @matcharaku
Suarakan Tolak Pungli, Pedagang Matcha di Jogja Ngaku Dikucilkan
“Dan sampai sini aku jadi ngebayangin nih jadinya Mbak Dyah yang kemarin gitu ya. Jadi pihaknya boles tuh ternyata ini rasanya gitu ya. Aku tuh takut juga sebenarnya, deg-degan juga sampai kemarin itu di gerobak itu aku sampai didatangi wartawan terus banyak teman-teman juga yang datang bahkan kayak nge-support, semangat ya Mbak, gini-gini gitu,” katanya.
Dukungan yang diterimanya membuat pemilik Matcha Raku kemudian mencari tahu mengenai aspek hukum dari video yang telah diunggah. Ia mengaku menanyakan hal tersebut kepada kerabatnya yang bekerja sebagai polisi.
“Jadi aku, ya Allah, aku terima kasih banget buat kalian buat support-nya juga dan aku udah ngomong juga sama om aku yang polisi juga aku nanya ke dia ini apa ada hukum yang aku langgar, video aku yang sebelumnya itu. Terus kata beliau, ‘Oh, enggak ada kok. Enggak ada hukum yang dilanggar,’ gitu.”
Setelah mendapat penjelasan tersebut, ia mengatakan persoalan yang dihadapinya sudah selesai. Pemilik Matcha Raku kemudian menyampaikan harapan agar kejadian yang ramai di media sosial dapat menjadi pembelajaran.
“Jadi kata dia, ‘Video aku tuh sebenarnya aman-aman aja, enggak apa-apa.’ Jadi, udah ya, Guys, ya. Untuk aku sendiri masalahnya bisa dibilang udah selesai lah, ya, gitu,” lanjutnya.
Ia berharap persoalan tersebut tidak membuat citra Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata menjadi buruk. Menurutnya, pengalaman yang muncul di tengah polemik tersebut seharusnya menjadi pembelajaran bersama.
“Semoga harapan aku, apa yang sudah terjadi saat ini itu bisa jadi pembelajaran dan kita kembalikan lagi tagline-nya Jogja yang katanya berhati nyaman ya. Kita kembalikan lagi itu karena banyak yang senang ke Jogja, jangan sampai mereka tuh kapok ke Jogja gitu ya.”
Sementara itu, kasus Bolosego yang menjadi latar munculnya berbagai respons tersebut berkaitan dengan dugaan pungutan tidak resmi. Dyah sebelumnya mengaku dimintai uang parkir Rp2,5 juta per hari saat berencana berjualan menggunakan food truck pada 16–20 September 2026.