news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Romawati, guru SD yang membuat video viral kondisi sekolah berdinding triplek selama 22 tahun ditegur Wakil Bupati Kampar, Misharti.
Sumber :
  • tvOneNews

Viralkan Video Sekolah Berdinding Triplek 22 Tahun, Guru SD di Kampar Ditegur Wakil Bupati hingga Diminta Klarifikasi

Romawati, guru SD yang memviralkan video kondisi sekolah berdinding triplek selama 22 tahun klarifikasi setelah kena tegur Wakil Bupati Kampar, Riau, Misharti.
Kamis, 24 September 2026 - 18:32 WIB
Reporter:
Editor :

Kampar, tvOnenews.com - Sebuah video memperlihatkan seorang guru SD bernama Romawati viral di media sosial. Rekaman itu menunjukkan kondisi sebuah sekolah dasar berdinding triplek di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.

Berdasarkan informasi yang beredar dalam video viral itu, sekolah tersebut disebut telah berdiri sejak 19 Juli 2004. Akan tetapi, kondisi bangunannya masih sangat sederhana hingga memiliki dinding dari bahan menggunakan triplek serta atap seng.

Dilihat tvOnenews.com dari video viral, Kamis (24/9/2026), Romawati mencurahkan isi hatinya. Ia meminta pemerintah daerah terkhusus di Kampar memperhatikan kondisi bangunan sekolah itu.

Romawati setidaknya menginginkan sekolah tempat dirinya mengajar segera diperbaiki oleh Pemkab Kampar.

"Dengan ini, saya memohon kepada bapak Kepala Daerah Kabupaten Kampar untuk membantu bangunan sekolah kami ini, Pak. Yang mana sekolah ini telah berdiri dari tanggal 19 Juli 2004, tetapi sampai saat ini ya seperti inilah keadaannya," curhat Romawati.

Ia menambahkan, kondisi fasilitas dan sarana belajar di sekolah dasar tersebut juga sangat terbatas. Ironisnya lagi, tenaga pengajar juga sangat minim.

Guru SD yang Viralkan Kondisi Sekolah Ditegur Wakil Bupati Kampar

Wakil Bupati Kampar, Riau, Misharti saat menegur guru SD yang viralkan video sekolah berdinding triplek
Sumber :
  • tvOneNews

Video Romawati curhat viral hingga mencuri perhatian publik. Situasi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar langsung melakukan peninjauan terhadap sekolah tersebut.

Alih-alih mendapat bantuan, guru SD tersebut justru mendapat teguran langsung dari Wakil Bupati Kampar, Misharti. Ia yang bersama jajarannya tampak mengunjungi sekolah dasar tersebut.

Dalam video viral itu, Misharti bertemu dengan Romawati. Wakil Bupati Kampar tersebut justru memberikan teguran kepada guru SD itu.

Alasan Misharti menegur lantaran video viral tersebut dinilai menyalahkan pemerintah. Melalui rekaman itu, Romawati seolah telah membentuk opini publik bahwa Pemkab Kampar menutup mata terhadap sekolah swadaya tersebut.

"Ini sekolah ibu bikin dengan swadaya. Udah beberapa tahun bahkan sudah 20 tahun tiba-tiba ibu nongol salahkan pemerintah. Jadi, kita juga enggak terima sebenarnya," ucap Misharti.

Mantan anggota DPD RI Dapil Riau itu mengaku sebenarnya dirinya tidak enak hati. Tak sedikit masyarakat menyalahkan pemerintah daerah.

"Saya enggak enak saja bu karena yang dididik ini anak-anak kita masyarakat Kampar. Orang berprasangka beda dengan ibu, orang berprasangka pemerintah ini tutup mata, tidak peduli yang padahal kan tidak," tegas Misharti.

Misharti meminta Romawati segera membuat video klarifikasi. Hal ini bertujuan untuk meluruskan asumsi liar dampak dari rekaman viral di media sosial.

Klarifikasi Guru SD

Romawati, guru SD yang viralkan video kondisi sekolah berdinding triplek klarifikasi pernyataannya
Sumber :
  • tvOneNews

Romawati pun memenuhi permintaan tersebut. Dalam video klarifikasinya yang viral, guru SD itu menerangkan bangunan sekolah yang dimaksud berstatus "Sekolah Jarak Jauh" dari SD Induk 007 Kampar.

"Saya ibu Romawati, saya mau klarifikasi video saya yang sempat viral, yang mana SD kemarin viral di media TikTok itu SD 007 sebenarnya bukan SD Induk. SD kita itu SD kelas jarak jauh Gunung Sejati," ucap Romawati.

Romawati mengatakan, kondisi di sekolah itu luput dari pengawasan dinas pendidikan. Pasalnya, sekolah tersebut tidak terdaftar sebagai sekolah induk.

"Sekolah kami ini tidak terdaftar di Dinas Pendidikan. Jumlah siswa kami juga digabung dengan jumlah siswa yang berada di sekolah induk, sehingga pemerintah tidak mengetahui terkait kondisi sekolah ini karena statusnya sekolah jarak jauh. Jadi, demikian saja klarifikasi dari saya," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:12
06:45
04:21
04:52
04:00
07:00

Viral