- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Bukan Cuma Tayangkan Drama Korea, Kini Kontennya Mulai Dibuat Versi Indonesia
Artinya, model kerja sama yang dibangun memiliki dua arah. Konten Korea tetap dapat diperkenalkan kepada penonton Indonesia dalam bentuk aslinya, tetapi pada saat yang sama sejumlah ide dan kekayaan intelektual dari Korea dapat diolah kembali agar sesuai dengan karakter pasar lokal.
Ketika IP Korea Bertemu Selera Penonton Indonesia
Potensi pasar menjadi salah satu alasan mengapa model kerja sama seperti ini menarik. Indonesia memiliki basis penonton yang besar sekaligus pasar OTT yang terus berkembang. Survei JakPat pada akhir 2025 mencatat film menjadi jenis konten yang paling banyak ditonton melalui layanan streaming, mencapai 74 persen responden, sementara serial berada di angka 53 persen.
Di sisi lain, laporan Katadata yang mengutip data Media Partners Asia menunjukkan konten lokal Indonesia pada kuartal IV 2025 mulai berada pada tingkat penonton yang setara dengan drama Korea di layanan streaming premium, masing-masing sekitar 30 persen dari total penonton.
Dua perkembangan ini memberikan konteks penting. Penonton Indonesia memiliki ketertarikan kuat terhadap konten Korea, tetapi pada saat bersamaan produksi lokal juga memiliki ruang yang semakin besar. Remake dapat menjadi salah satu titik temu di antara keduanya: menggunakan IP yang sudah memiliki basis pengenalan, tetapi menghadirkannya melalui bahasa dan pendekatan yang lebih dekat dengan penonton Indonesia.
Dalam kerja sama tersebut, pengembangan bisnis juga tidak hanya diarahkan pada serial atau program televisi. Kedua perusahaan membuka kemungkinan ekspansi ke periklanan, pemasaran merek, pertunjukan langsung, serta bisnis lain yang memanfaatkan kekayaan intelektual bersama.
Hubungan ini juga memiliki latar belakang investasi. Pada 2025, SBS menginvestasikan sekitar US$20 juta melalui aksi korporasi perusahaan Indonesia tersebut. ANTARA melaporkan investasi itu sebagai bagian dari strategi SBS memperkuat kemitraan internasional dan membangun basis di pasar konten Asia Tenggara.
Dari Investasi US$20 Juta ke Produksi Konten Lokal
Investasi tersebut sejak awal didorong oleh potensi pertumbuhan pasar konten Asia Tenggara, kapabilitas bisnis mitra di Indonesia, serta peluang sinergi kedua perusahaan.
“Investasi strategis SBS di MD Entertainment tahun lalu didorong oleh keyakinan kuat kami terhadap potensi pertumbuhan pasar konten Asia Tenggara, kapabilitas bisnis, serta sinergi yang dapat diciptakan oleh kedua perusahaan. MOU ini menjadi titik awal penting untuk mewujudkan investasi strategis tahun lalu menjadi hasil bisnis yang nyata dan membangun pertumbuhan jangka panjang,” ujar CEO Studio S Hong Sung-Chang, yang mewakili Presiden SBS Bang Moon-shin.