- Instagram @asri_welas
Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra
“Masruh yang bilang, ‘Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, sebelum tidur simpan impianmu di pikiranmu, bawa di dalam tidur, maka alam bawah sadar akan membawa menuju cita-citamu, berdoa, berusaha dan konsisten, pikiran, hati dan tujuan sejalan maka semesta akan mengizinkan,’” tulisnya.
Bagi Asri, berbagai ilmu dan pesan tersebut menjadi bekal yang terus dibawanya hingga kini. Ia juga mengenang perjalanan dirinya yang berasal dari lingkungan sederhana hingga dapat terus mengejar cita-cita di dunia hiburan dan seni.
“Terima kasih Masruh, Asri Welas yang lahir di gang kecil ini yang rasanya jauh dari gemerlapnya dunia entertainment, sampai hari ini selalu semangat terus menghadapi hidup dan mengejar cita-cita,” ungkap Asri.
Di akhir tulisannya, Asri kembali menegaskan bahwa ilmu dan karya Guruh akan selalu melekat dalam dirinya.
“Ilmu, musik, dan karya Masruh selalu di hatiku,” tutupnya.
Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.
Jenazah Guruh kemudian disemayamkan di rumah duka di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejumlah tokoh publik, kerabat, dan rekan seniman turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Jenazah Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, tepat di samping makam ibundanya, Fatmawati.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, turut menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian Guruh Soekarnoputra. Sebagai bentuk penghormatan, PDI Perjuangan akan mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari.
“Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh sangat kehilangan atas dipanggilnya Mas Guruh Soekarnoputra ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa dalam usia 73 tahun,” ucap Hasto Kristiyanto dalam tayangan Kabar Siang tvOne, Sabtu (26/9/2026).
Hasto mengatakan dirinya langsung melaporkan kabar tersebut kepada Megawati Soekarnoputri. Menurut Hasto, Megawati memberikan perhatian besar terhadap kondisi sang adik sejak Guruh menjalani perawatan di rumah sakit.
“Jadi, tadi pagi saya langsung melaporkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, di mana sejak awal ketika masuk ke rumah sakit, Ibu Mega menunjukkan perhatian yang begitu besar dan rasa cinta terhadap adik kandungnya. Dan Mega juga memberikan arahan secara detail, berdiskusi secara detail dengan para dokter ahli yang merawat Mas Guruh,” kata Hasto.