- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Jangan Tunggu Air Berubah Warna, Ini Alasan Tangki Water Heater Perlu Dikuras Rutin
tvOnenews.com - Water heater kerap dianggap sebagai perangkat rumah tangga yang cukup dipasang lalu digunakan setiap hari. Selama air panas masih mengalir, perhatian terhadap bagian dalam tangki pun sering terlupakan.
Padahal, seperti perangkat lain yang terus bekerja, tangki penyimpan air juga membutuhkan perawatan secara berkala.
Di dalam tangki, air yang terus dipanaskan dapat meninggalkan endapan mineral dan sedimen dari waktu ke waktu. Pada kondisi tertentu, penumpukan tersebut dapat membentuk kerak di dasar tangki atau komponen pemanas.
Jika dibiarkan, lapisan sedimen dapat menghambat proses perpindahan panas sehingga perangkat bekerja lebih keras dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memanaskan air. Produsen water heater Rheem juga menyebut sediment buildup sebagai salah satu faktor yang dapat menurunkan efisiensi dan meningkatkan biaya energi.
Masalahnya, penumpukan tersebut tidak selalu terlihat dari luar. Gejalanya baru terasa ketika air lebih lama panas, jumlah air panas yang tersedia berkurang, muncul suara gemuruh atau letupan dari tangki, hingga air keluar dalam kondisi keruh atau berubah warna.
Melansir dari The Department of Energy's Energy, dalam jangka panjang, sedimentasi dan korosi juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada tangki. Dokumen teknis Departemen Energi Amerika Serikat mencatat bahwa sediment buildup di dasar tangki dapat menyebabkan kegagalan tangki lebih dini.
Kerak dan Endapan Bisa Membuat Water Heater Bekerja Lebih Keras
Air yang digunakan sehari-hari membawa berbagai mineral. Pada wilayah dengan air yang lebih keras, kandungan kalsium dan magnesium dapat meninggalkan endapan ketika air dipanaskan. Seiring waktu, mineral tersebut dapat membentuk lapisan kerak yang menempel di dalam sistem.
Rheem menjelaskan bahwa mineral dari air keras dapat mengendap di dasar tangki atau melapisi elemen pemanas. Lapisan tersebut menjadi penghalang antara sumber panas dan air sehingga perangkat harus bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan. Kondisi ini pada akhirnya dapat meningkatkan penggunaan energi.
Sedimen yang menumpuk juga dapat menimbulkan suara tidak biasa ketika water heater bekerja. Suara seperti gemuruh atau letupan menjadi salah satu tanda yang patut diperhatikan. Selain itu, waktu pemanasan yang semakin lama, air panas yang lebih cepat habis, atau perubahan warna air dapat menjadi sinyal bahwa unit membutuhkan pemeriksaan dan perawatan.
Karena itu, pengurasan atau *flushing* menjadi bagian penting dalam perawatan water heater bertangki. Namun, frekuensinya tidak selalu sama untuk setiap rumah. Kondisi air, tingkat kekerasan air, pola penggunaan, jenis perangkat, serta petunjuk produsen perlu menjadi pertimbangan. Rheem, misalnya, merekomendasikan pengurasan tahunan untuk sebagian besar rumah dan interval lebih sering pada kondisi air keras.
Bukan Sekadar Soal Air Panas, tetapi Juga Perawatan
Pengurasan bertujuan mengeluarkan sedimen yang mengendap di bagian bawah tangki. Produsen water heater State Water Heaters menjelaskan bahwa partikel tanah dan pasir dari air dapat mengendap dan membentuk lapisan sedimen. Mereka juga menyebut jumlah endapan dipengaruhi kualitas dan tingkat kekerasan air.
Perawatan rutin juga penting untuk mengawasi tanda-tanda korosi dan kebocoran. Komponen seperti *anode rod* pada water heater bertangki berfungsi membantu melindungi bagian dalam tangki dari korosi dan perlu diperiksa secara berkala sesuai petunjuk produk. Jika sudah terkikis atau habis, komponen tersebut mungkin perlu diganti.
Di Indonesia, persoalan pengurasan sering kali bukan karena pengguna tidak peduli, melainkan karena prosesnya dianggap merepotkan. Pengguna biasanya harus menunggu teknisi datang untuk membuka, menguras, dan memeriksa tangki. Biaya kunjungan teknisi juga dapat menjadi pertimbangan tersendiri.
Kondisi tersebut mendorong hadirnya pendekatan baru dalam perawatan water heater. Salah satunya ditawarkan melalui lini UltimateHome Series dari Electrolux, yang menghadirkan fitur Easy Drain dan Self Drain agar pengguna dapat melakukan pengurasan secara lebih mandiri.
Pada varian UltimateHome 700, fitur Easy Drain memungkinkan air dalam tangki dikeluarkan dengan membuka valve. Sementara varian UltimateHome 300 dan 500 menggunakan sistem Self Drain yang dapat dioperasikan dengan kunci Inggris. Lini tersebut terdiri dari tujuh model dengan kapasitas 10 hingga 30 liter serta pilihan daya berbeda.
Selain mekanisme pengurasan, varian tertingginya memiliki fitur SilverIon+, ScaleShield, Remote Control, dan Triple Power. Sementara seluruh lini menawarkan pilihan daya yang berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan pemanasan air.
Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mencegah Masalah Lebih Besar
Perawatan water heater pada akhirnya bukan hanya soal membuat air panas tetap tersedia. Kebiasaan memeriksa kondisi tangki, memperhatikan perubahan warna air, mendengarkan suara tidak biasa, serta melakukan pengurasan sesuai petunjuk produsen dapat membantu mendeteksi persoalan sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih mahal.
Namun, jadwal perawatan sebaiknya tetap disesuaikan dengan panduan model yang digunakan, kondisi air, dan tingkat penggunaan. Untuk unit yang sudah menunjukkan kebocoran, korosi berat, atau gangguan kelistrikan, pemeriksaan oleh teknisi tetap diperlukan.
"Kenyamanan sebenarnya dimulai dari bagian dalam yang bersih dan terawat. Melalui teknologi Easy Drain dan Self Drain, kami ingin memastikan konsumen mendapatkan water heater yang nyaman, aman, dan mudah dirawat tanpa harus selalu bergantung pada teknisi. Inilah komitmen kami untuk menjadi pilihan yang lebih cerdas bagi keluarga modern di Indonesia," ujar Rino Nainggolan, Head of Product Line Wellbeing Category Electrolux Indonesia.
Pada akhirnya, persoalan water heater bukan berhenti pada seberapa cepat air menjadi panas. Bagian yang sering tidak terlihat justru membutuhkan perhatian: tangki tempat air disimpan.
Kerak, mineral, sedimen, dan korosi yang dibiarkan menumpuk dapat memengaruhi kinerja dan umur perangkat. Karena itu, pengurasan dan pemeriksaan berkala sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas perawatan rumah, bukan baru dilakukan setelah masalah muncul. (udn)